Langgar Standar Keselamatan, 550 Sekolah Pelatihan Mengemudi Ditutup
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Kementerian Perhubungan (DOT) menutup lebih dari 550 sekolah pelatihan pengemudi truk dan bus yang diduga “palsu”. Langkah tegas ini diambil karena ratusan lembaga tersebut dinilai melanggar standar keselamatan yang ditetapkan (FMCSA).
Penutupan ini memungkinkan sekolah-sekolah tersebut dihapus dari daftar resmi penyedia pelatihan nasional untuk Commercial Driver’s License (CDL). Pemerintah menyebut tindakan ini sebagai bagian dari operasi besar untuk membersihkan industri pelatihan pengemudi komersial dari praktik curang yang berpotensi membahayakan keselamatan jalan raya.
Dilansir dari Carscoops, Jumat (20/2/2026), operasi tersebut dilakukan secara masif di seluruh 50 negara bagian. Lebih dari 300 penyelidik diterjunkan dalam kampanye selama lima hari, dengan total lebih dari 1.400 operasi penyamaran untuk mengungkap pelanggaran di lapangan.
Hasilnya, ratusan sekolah ditemukan tidak patuh terhadap standar federal. Pelanggaran yang teridentifikasi bervariasi, mulai dari penggunaan alamat palsu hingga ketiadaan instruktur yang memenuhi kualifikasi.
Sebagian sekolah juga disebut gagal melatih pengemudi terkait pengangkutan bahan berbahaya. Ada pula yang menggunakan kendaraan yang tidak sesuai dengan jenis pelatihan yang ditawarkan kepada peserta.
Pelanggaran Sistematis dan Mengkhawatirkan
Pemerintah mengungkap sejumlah sekolah menggunakan kendaraan yang tidak tepat untuk kebutuhan pelatihan. Beberapa di antaranya bahkan tidak menguji siswa sesuai persyaratan dasar yang diwajibkan.
Lebih mengejutkan lagi, sejumlah lembaga diduga mengakui tidak memenuhi standar minimum di negara bagian masing-masing. Kondisi ini dinilai sangat berisiko karena lulusan pelatihan tersebut berpotensi mengemudikan kendaraan besar di jalan umum tanpa kompetensi memadai.
Dari total temuan, 109 sekolah memilih secara sukarela menghapus diri dari daftar penyedia pelatihan nasional. Sementara itu, 448 sekolah lainnya menerima pemberitahuan usulan penghapusan karena gagal memenuhi standar keselamatan dasar.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy menegaskan praktik seperti ini tidak bisa lagi dibiarkan. "Terlalu lama, industri truk beroperasi seperti Wild West, di mana apa pun boleh dilakukan dan tidak ada yang bertanya," katanya.
Dia menegaskan, timnya akan menindak setiap mata rantai dalam industri truk yang memungkinkan pelanggaran hukum berdampak pada keselamatan jalan raya Amerika.
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk meningkatkan keselamatan pengemudi truk dan bus komersial. Tahun lalu, pemerintah juga menindak pengemudi yang tidak cukup fasih berbahasa Inggris untuk menjawab pertanyaan resmi dan memahami rambu lalu lintas.
Selain itu, DOT baru-baru ini memperketat aturan warga negara asing yang tidak memenuhi syarat tidak bisa memperoleh izin mengemudi kendaraan komersial. Kebijakan tersebut difokuskan pada pemeriksaan latar belakang serta validitas dokumen izin kerja.
Penindakan terhadap sekolah CDL “palsu” ini menandai upaya serius pemerintah AS dalam memperbaiki sistem pelatihan pengemudi komersial. Pengawasan lebih ketat, pemerintah berharap keselamatan jalan raya dapat meningkat dan risiko kecelakaan akibat pengemudi yang tidak kompeten dapat ditekan secara signifikan.
Editor: Dani M Dahwilani