Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 4 Tips Berkendara Motor Aman bagi Perempuan, Jangan Keliru Nyalakan Lampu Sein
Advertisement . Scroll to see content

Lintasi Jalan Menanjak dan Turunan Ekstrem, Anda Harus Perhatikan Ini

Selasa, 27 Februari 2018 - 07:47:00 WIB
Lintasi Jalan Menanjak dan Turunan Ekstrem, Anda Harus Perhatikan Ini
Agar kendaraan tidak meluncur, perpindahan gigi rendah sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan melintasi tanjakan atau turunan. (Foto: YouTube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kecelakaan lalu lintas di lokasi jalanan berbukit yang penuh tanjakan dan turunan ekstrem, baru-baru ini menghiasi pemberitaan di Tanah Air. Apa penyebab kecelakaan yang memakan korban jiwa ini?

Selain masalah teknis, seperti rem blong atau komponen lainnya yang mengalami kerusakan, penyebab kecelakaan utama adalah human error alias kesalahan dari manusia itu sendiri. Banyak pengemudi yang lepas kendali saat melintasi jalanan ekstrem.

Seperti yang disampaikan Syafril Taher, pemilik kursus mobil Dirgantara Raya. Dia mengatakan, kecelakaan lalu lintas disebabkan banyak faktor. Bisa karena pengemudi kurang mahir menyetir kendaraan atau tindakan sopir yang ceroboh.

"Untuk orang yang baru belajar hal ini tentu menjadi krusial. Mereka perlu pendamping yang bisa membantu bertindak apabila terjadi masalah di jalan. Tapi, untuk yang sudah mahir mereka terkadang lalai dalam mengantisipasi situasi di jalan. Saat berkendara perlu konsentrasi penuh dan senantiasa bersikap hati-hati," ujarnya, saat berbincang dengan iNews.id.

Bagi pengendara yang kurang jarang mengemudikan kendaraan, lanjut dia, ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melintasi jalanan menanjak dan turunan tajam. Agar laju kendaraan dapat dikendalikan di jalan menurun, gunakan rem dan pindahkan engine brake di posisi rendah.

"Selain menggunakan rem, alangkah baiknya Anda menurunkan gigi persneling ke gigi lebih rendah antara gigi satu atau dua. Guna perseneling rendah adalah untuk membantu menahan laju kendaraan jika tiba-tiba terjadi masalah pada rem. Namun, jika mobil Anda matic, cukup menekan rem secara perlahan," ujarnya.

Syafril mengatakan, dalam perpindahan persneling momentum harus pas. Perpindahan gigi sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan melintasi tanjakan atau turunan. Jika pengemudi memindahkan perseneling di tengah tanjakan atau turunan, akan kehilangan momentum.

"Banyak pengemudi mobil atau truk yang salah saat memindahkan persneling, sehingga kehilangan banyak momentum. Akhirnya apa? Kendaraan tidak kuat nanjak dan mundur menabrak kendaraan lain di belakangnya atau masuk jurang," ungkapnya.

Dia menerangkan ketika kendaraan melintasi jalan tanjakan dari bawah ke atas, mobil bergerak dengan tenaga dan momentum dari kecepatan masa sebelumnya.

"Saat mobil bergerak sudah mencapai atas tapi belum di puncak, kemudian Anda menginjak kopling untuk memindahkan persneling, gas akan lepas dan momentum turun. Jika itu dilakukan, bakal jadi bumerang. Kecepatan lambat, rpm tinggi ditambah kemiringan tanjakan, mobil bisa melorot," tegasnya.

Begitu pula saat di turunan, kata Syafril, sebaiknya jangan memindahkan perseneling di tengah-tengah turunan. Namun, bila terpaksa harus memindahkan perseneling, ingat selalu injak rem, dan jangan hanya menginjak kopling untuk pindah gigi.

"Berbeda dengan melaju di permukaan datar, karena saat turun ketika kopling diinjak mobil akan meluncur lebih cepat. Jika kebiasaan tersebut dipelihara, pengemudi bisa mengalami disorientasi. Biasanya panik karena mobil melaju lebih cepat dan tak terkendali, terlebih untuk pengemudi awam," pungkasnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut