Masih Mahal, Ini Kata Gaikindo agar Mobil Listrik di Indonesia Lebih Murah

Aditya Pratama · Jumat, 06 November 2020 - 08:23:00 WIB
Masih Mahal, Ini Kata Gaikindo agar Mobil Listrik di Indonesia Lebih Murah
Gaikindo menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah agar mobil listrik dapat menarik minat konsumen di Indonesia. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan beberapa saran kepada pemerintah agar mobil listrik dapat menarik minat konsumen di Indonesia. Mahalnya harga mobil listrik menjadikannya sulit bersaing dengan kendaraan konvensional.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menyampaikan, pertama terkait dengan industri nikel di Tanah Air. Di mana pemerintah saat ini terus mendorong agar industri tersebut dibangun di Indonesia yang bisa menjadi salah satu bahan baku untuk membuat baterai mobil listrik.

Dia menyebut, pentingnya pembuatan baterai mobil listrik di dalam negeri karena komponen dari mobil listrik yang paling mahal adalah baterai. Di mana harga satu buah mobil listrik, 40-45 persennya dari harga baterai.

"Nah, kalau itu bisa diproduksi di Indonesia dengan bahan baku yang ada nikel tadi, lalu dibuat smelther, menuju ke lithium, lalu dibuat di dalam negeri, kemungkinan besar harga baterai tersebut bisa turun, bisa lebih murah. Kita sudah berpengalaman kalau pakai komponen lokal lebih banyak maka mobil tersebut harganya akan jauh lebih murah," ujar Jongkie dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (5/11/2020).

Berikutnya, lanjut dia, adalah pentingnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada mobil listrik. Jongkie menyebut, ini menjadi penting karena mobil yang ada saat ini dengan harga di bawah Rp250 juta, komponen TKDN-nya telah mencapai kurang lebih 80 persen.

"Nah itu sudah bukti nyata. Kalau kita bisa membuat baterai mobil listrik di dalam negeri dan lain-lain, kita berharap tentunya harga mobil secara keseluruhan bisa turun dari yang ada sekarang ini," kata Jongkie.

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2