Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luncurkan 3 Mobil Baru, Mazda Targetkan Penjualan 1.500 Unit di GIIAS 2026
Advertisement . Scroll to see content

Mazda Bangun Pabrik Perakitan di Indonesia, Kapasitas Produksi 5.700 Unit per Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:33:00 WIB
Mazda Bangun Pabrik Perakitan di Indonesia, Kapasitas Produksi 5.700 Unit per Tahun
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) membangun fasilitas perakitan kendaraan Mazda di Indonesia dengan kapasitas produksi 5.700 unit. (Foto: Mazda)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Ricky, teknologi mampu menciptakan konsistensi, tetapi manusialah yang menjaga kualitas kendaraan yang diproduksi.

Mazda juga menerapkan konsep zero defect mindset, di mana kualitas tidak hanya diperiksa pada tahap akhir, tetapi dibangun sejak awal hingga seluruh proses produksi selesai.

Untuk menjaga kualitas produk, Mazda menerapkan sistem pengendalian mutu berlapis yang meliputi Process Audit, Product Audit, Mazda Quality Index for Customer (MQIC) Audit yang dilakukan langsung oleh tim Mazda Jepang, serta Third Party Audit sebagai verifikasi independen terhadap sistem produksi.

Selain itu, seluruh operator bekerja berdasarkan dua standar operasional utama yang dikendalikan langsung oleh Mazda Jepang, yakni Instruction Sheets for Operation (ISFO) sebagai panduan kerja dan Instruction Sheets for Inspection (ISFI) sebagai panduan inspeksi kualitas.

"Kami percaya kualitas tidak bisa dikompromikan. Peningkatan volume produksi akan mengikuti perkembangan pasar, tetapi prioritas kami tetap sama. Nomor satu adalah kualitas, nomor dua adalah kualitas, dan nomor tiga tetap kualitas," kata Ricky.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta mengapresiasi langkah Mazda membangun fasilitas pabrik di Indonesia. "Kami mengucapkan apresiasi atas peresmian fasilitas pabrik mobil di Indonesia," katanya.

Setia Diarta berharap PT Eurokars Produksi Pratama selaku fasilitas produksi Mazda di Indonesia dapat berpartisipasi dalam program LCEV. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju kendaraan rendah emisi. "Kami berharap Mazda ke depan dapat tumbuh bersama ekosistem industri otomotif yang ada di Indonesia dalam hal ini LCEV," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut