Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mazda CX-30 Rakitan Indonesia Melantai di GIIAS 2026
Advertisement . Scroll to see content

Mazda Ungkap Kualitas Mobil Rakitan Indonesia Setara Jepang, Terapkan Standar Global

Selasa, 04 Agustus 2026 - 12:18:00 WIB
Mazda Ungkap Kualitas Mobil Rakitan Indonesia Setara Jepang, Terapkan Standar Global
Model pertama yang diproduksi di Mazda Indonesia Plant adalah The New Mazda CX-30 dengan metode Completely Knocked Down (CKD). (Foto: Dani/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mazda Indonesia Plant menjadi tonggak penting perjalanan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia. Fasilitas perakitan ini menjadi bukti komitmen investasi jangka panjang Mazda sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam pengembangan industri otomotif nasional. 

Berbeda dengan fasilitas perakitan yang menggunakan lini produksi bersama, Mazda memilih membangun dedicated assembly facility yang secara khusus dirancang untuk memproduksi kendaraan Mazda. Seluruh fasilitas produksi, mesin, peralatan, hingga area pengujian dipersiapkan untuk memenuhi standar manufaktur global Mazda. 

Model pertama yang diproduksi di Mazda Indonesia Plant adalah The New Mazda CX-30 dengan metode Completely Knocked Down (CKD). Mobil tersebut mulai dirakit secara lokal di fasilitas Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. 

Product Marketing dan Promotion Strategy Manager PT Eurokars Motor Indonesia, Glen Reinner mengatakan Mazda CX-30 rakitan Indonesia mengadopsi Mazda Global Manufacturing Standards. Meski diproduksi di dalam negeri, kualitas, engineering, craftsmanship, hingga karakter berkendaranya tetap sama dengan model yang dipasarkan secara global.

"Standar produksi sama dengan tempat produksi di Hiroshima, Jepang. Sebab semua fasilitas, kualitas SDM dan kualiti kontrol harus sama berstandar global," ujar Glen Reinner saat berbincang dengan jurnalis iNews.id di GIIAS 2026.

Mazda menilai kualitas kendaraan tidak hanya ditentukan dari hasil akhir produksi, tetapi dibangun melalui fasilitas, proses kerja, serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai standar perusahaan.

Diketahui, Mazda Indonesia Plant memiliki luas area 6,2 hektare dengan kapasitas produksi awal mencapai 5.700 unit per tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 10.000 unit per tahun melalui penerapan sistem produksi dua shift. 

Fokus pada Kualitas dan Zero Defect

Head of Marketing & Communications PT Eurokars Motor Indonesia, Viya Arsawireja mengatakan Mazda menempatkan People dan Quality sebagai fondasi utama dalam operasional Mazda Indonesia Plant.

"People dan Quality menjadi dua fondasi utama dalam operasional Mazda Indonesia Plant. Seluruh Operator, Inspector, Engineer, dan Supervisor merupakan Sumber Daya Manusia yang direkrut secara khusus untuk operasional Mazda Indonesia Plant, serta menjalani pelatihan berstandar global dengan pendampingan langsung dari tenaga ahli Mazda Jepang," katanya.

Dia menuturkan, seluruh personel juga dibekali filosofi Monozukuri, yaitu konsep menciptakan sesuatu dengan ketelitian dan dedikasi tinggi, serta semangat Takumi Craftsmanship yang menempatkan keterampilan manusia sebagai bagian penting dalam proses manufaktur, layaknya seorang seniman.

Menurutnya, teknologi memang mampu menciptakan konsistensi produksi, tetapi manusia menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas kendaraan. "Teknologi mampu menciptakan konsistensi, namun manusialah yang menjaga kualitas," katanya.

Melalui pendekatan tersebut, Mazda menerapkan zero defect mindset, yaitu memastikan kualitas tidak hanya diperiksa pada tahap akhir, tetapi sudah dibangun sejak proses penerimaan komponen, perakitan, hingga pemeriksaan akhir kendaraan.

Fondasi Pengembangan Mazda di Indonesia

Mazda Indonesia Plant tidak hanya ditujukan untuk produksi Mazda CX-30. Ke depan, fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung perakitan model Mazda lainnya, meningkatkan kandungan lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas penyerapan tenaga kerja, hingga membuka peluang pengembangan aktivitas manufaktur dan ekspor.

"Saat ini kami masih fokus pada CX-30. Ke depan tidak menutup kemungkinan mengembangkan produk lain termasuk elektrifikasi (LCEV). Yang menjadi fokus bukan volume namun bagaimana menjaga kualitas produk yang diproduksi sesuai dengan standar global," kata Viya Arsawireja.

Hadirnya Mazda Indonesia Plant, Mazda berharap dapat memperkuat posisi di pasar otomotif nasional melalui kombinasi investasi manufaktur, pengembangan produk, dan strategi elektrifikasi di masa depan. 

Mazda Indonesia Plant:

  • Nama fasilitas: Mazda Indonesia Plant
  • Lokasi: Citeureup, Bogor, Jawa Barat
  • Mulai beroperasi: 29 Juli 2026
  • Luas area: 6,2 hektare
  • Kapasitas produksi: 5.700 unit per tahun (hingga 10.000 unit dengan dua shift)
  • Model produksi awal: Mazda CX-30 CKD 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut