Mengenal Body Roll, Kondisi Limbung pada Mobil saat Menikung

Riyandy Aristyo ยท Senin, 10 Februari 2020 - 13:38 WIB
Mengenal Body Roll, Kondisi Limbung pada Mobil saat Menikung

Begini kondisi limbung pada mobil saat menikung. (Foto: Autodesk)

KARAWANG, iNews.id - Hampir setiap pemilik mobil, kemungkinan pernah merasakan body roll atau limbung saat melintasi tikungan. Body roll terjadi di mana berat mobil serasa terlempar ke arah luar tikungan seperti akan terguling.

Pakar safety driving dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, body roll biasanya terjadi pada mobil dengan ground clearance tinggi. Misalnya seperti SUV, minibus, atau pikap besar.

"Misalnya mobil mau belok ke kiri, tapi rasanya kita mau terbanting ke arah kanan, begitu sebaliknya. Biasanya pada mobil berjenis SUV atau punya jarak ke tanah tinggi," kata Jusri di Kawarang, beberapa waktu lalu.

Menurut Jusri, body roll sebenarnya terjadi akibat gaya sentrifugal atau mirip sistem pengering pada mesin cuci dengan cara memutar. Semakin cepat putaran mesin, maka semakin banyak air yang terlempar dari baju.

"Gaya itu muncul di mana bobot serta arah pergerakan mobil saat menikung menjadi sumber gaya sentrifugal. Semakin besar kecepatan mobil, semakin besar juga gaya yang mendorong Anda ke luar tikungan," katanya.

Jika suspensi mobil yang menopang di setiap roda tidak bekerja dengan baik, ditambah total bobot mobil bersama penumpangnya, bukan tidak mungkin mobil akan terguling dan akhirnya celaka.

"Semakin tinggi bodi mobil yang dikendarai, potensi terjadinya body roll juga semakin besar. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi para pengendara yang kurang mengenali kondisi ini," ujar Jusri.

Maka itu, Jusri menyarankan untuk berkendara secara normal, mengikuti peraturan yang berlaku di jalan raya. Saat di tikungan, usahakan berada pada kecepatan rendah.

"Kalau di arena balap, body roll memang terlihat keren. Tapi, itu juga dilakukan oleh pengemudi profesional, mobil yang dikendarai juga sudah di modifikasi, sehingga kecelakaan bisa diminimalisir," kata Jusri. 


Editor : Tuty Ocktaviany