Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mitsubishi Targetkan Penjualan 3.000 Unit di IIMS 2026, Dua Model Ini Jadi Penopang
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Fitur Anti Tabrakan pada Mitsubishi Xforce, Begini Cara Kerjanya

Senin, 16 Maret 2026 - 10:14:00 WIB
Mengenal Fitur Anti Tabrakan pada Mitsubishi Xforce, Begini Cara Kerjanya
Jika sistem mendeteksi potensi tabrakan akibat jarak yang terlalu dekat, FCM akan memberikan peringatan visual pada panel instrumen dan melakukan pengereman otomatis. (Foto: AI/Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Keselamatan berkendara menjadi aspek penting di tengah kondisi lalu lintas yang semakin padat dan dinamis. Untuk meningkatkan perlindungan bagi pengemudi, Mitsubishi Motors mengembangkan fitur anti tabrakan bernama Forward Collision Mitigation (FCM) pada deretan model kendaraannya.

Seperti apa fitur ini? Forward Collision Mitigation merupakan teknologi keselamatan aktif yang dirancang mendeteksi potensi tabrakan dari arah depan kendaraan. Sistem ini memberikan peringatan dini kepada pengemudi, bahkan dapat melakukan pengereman otomatis jika pengemudi tidak merespons situasi berbahaya.

FCM menjadi bagian dari rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors yang dikenal dengan Diamond Sense (DS). Teknologi tersebut telah dibenamkan pada Mitsubishi Xforce Ultimate DS serta tersedia pada beberapa model, yaitu Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate dan Mitsubishi Destinator.

Dalam penggunaan sehari-hari, fitur ini sangat membantu ketika menghadapi kondisi lalu lintas padat, perjalanan dalam kota dengan jarak kendaraan rapat, atau saat pengemudi kurang responsif akibat kelelahan. Dengan adanya FCM, pengemudi memperoleh lapisan perlindungan tambahan yang dapat meningkatkan rasa aman saat berkendara.

FCM bekerja dengan memanfaatkan sensor radar dan kamera yang terpasang di bagian depan kendaraan. Umumnya sensor ditempatkan di grille depan serta area atas kaca depan untuk memantau kondisi jalan.

Pertama, sistem akan mendeteksi objek di depan kendaraan seperti mobil, sepeda motor, maupun hambatan lain. Sensor tersebut secara aktif memantau jarak dan kecepatan relatif kendaraan terhadap objek di depan.

Jika sistem mendeteksi potensi tabrakan akibat jarak yang terlalu dekat, FCM akan memberikan peringatan visual pada panel instrumen serta peringatan suara kepada pengemudi. Peringatan ini bertujuan agar pengemudi segera melakukan pengereman atau manuver penghindaran.

Namun, jika pengemudi tidak merespons peringatan tersebut, sistem akan mengaktifkan pengereman otomatis untuk mengurangi kecepatan kendaraan atau bahkan menghentikannya. Dalam situasi tertentu, teknologi ini juga membantu meminimalkan tingkat keparahan benturan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut