Mengenal Fitur Anti Tabrakan pada Mitsubishi Xforce, Begini Cara Kerjanya
Meski merupakan teknologi canggih, lanjut dia, sistem Forward Collision Mitigation tetap memiliki sejumlah ketentuan penggunaan. Fitur ini umumnya bekerja optimal pada kecepatan rendah hingga menengah, tergantung model kendaraan yang digunakan.
Akurasi sistem juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti hujan deras, kabut tebal, atau ketika sensor kamera dan radar tertutup kotoran. Situasi tersebut dapat mengurangi kemampuan sistem dalam mendeteksi objek secara optimal.
Selain itu, FCM bukanlah pengganti kewaspadaan pengemudi saat berkendara. Teknologi ini hanya berfungsi sebagai sistem pendukung keselamatan untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Objek yang sangat kecil, diam sepenuhnya, atau bergerak secara tidak wajar juga berpotensi tidak terdeteksi secara sempurna oleh sistem. Sebab itu, pengemudi tetap wajib menjaga jarak aman serta fokus selama berkendara.
Diketahui, Mitsubishi Xforce sendiri pertama kali diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2023. SUV kompak lima penumpang tersebut diproduksi di pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI), Bekasi, dan diekspor ke sejumlah wilayah di ASEAN, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika.
MMKSI memperkenalkan varian terbaru Xforce Ultimate DS dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week 2024. Model ini menyematkan teknologi keselamatan lengkap untuk memberikan perlindungan bagi pengemudi dan penumpang, termasuk di dalamnya FCM.
Editor: Dani M Dahwilani