Menjajal Mobil Listrik Mitsubishi iMiEV

Dani M Dahwilani · Minggu, 08 September 2019 - 23:45 WIB
Menjajal Mobil Listrik Mitsubishi iMiEV

Mitsubsihi iMiEV menggunakan motor elektrik 47 kW yang menghasilkan tenaga 63 hp dan torsi 180 N⋅m (133 lbf⋅ft) dengan transmisi gigi reduksi 1-percepatan. (Foto: MMKSI/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Mitsubishi Motors telah menghadirkan salah satu mobil listrik andalannya di Indonesia, Mitsubishi Innovative Electric Vehicle atau dikenal nama pendek iMiEV. Langkah ini seiring dengan percepatan mobilitas kendaraan listrik di Indonesia yang dicanangkan pemerintah.

Sebagai bentuk partisipasi, Mitsubishi telah menyumbangkan beberapa unit kendaraan iMiEV kepada pemerintah dan lembaga pendidikan di Indonesia. Mereka berharap bantuan ini dapat menjadi sarana edukasi dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik di Tanah Air.

Mitsubishi pun memboyong iMiEV bersama Outlander PHEV pada pemaran mobil listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, pada 4-5 September 2019. Mitsubishi yakin mengendarai kendaraan listrik akan menjadi tren bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang.

Bagaimana rasanya mengendarai mobil listrik iMiEV dibandingkan model mobil bensin biasa? Jurnalis iNews.id berkesempatan berkendara dengan mobil nol emisi ini dalam konvoi kendaraan listrik Jakarta-Tangerang Selatan, baru-baru ini. Jarak perjalanan yang dilalui sejauh 40,7 km dengan kondisi listrik 50 persen.

Sebagai hatchback lima pintu, iMiEV memiliki dimensi panjang 3.395 mm (133,7 in), lebar 1.475 mm (58,1 in), tinggi 1.600 mm (63,0 in), dan berat kosong 1.080 kg (2.380 lb). Ini menjadikan mobil tersebut sangat kompak, cocok untuk perjalanan dalam perkotaan.

Untuk jantung pacu, iMiEV menggunakan motor elektrik 47 kW yang menghasilkan tenaga 63 hp dan torsi 180 N⋅m (133 lbf⋅ft) dengan transmisi gigi reduksi 1-percepatan. Menggunakan baterai 16 kWh (Baterai ion litium), mobil ini memiliki jarak tempuh hingga 160 km (99 mil). Selama dalam kendaraan, mobil tersebut terasa senyap, tidak ada suara mesin seperti mobil konvensional (bensin).

Dalam perjalanan dari Gedung BPPT Thamrin, Jakarta menuju fasilitas BPPT di Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, baterai iMiEV yang ditumpangi hampir habis. Ini karena baterai kondisinya tidak full dan terjebak macet selama perjalanan sehingga konsumsi listrik cukup tinggi.

Walau panel cluster menunjukkan indikator baterai habis, namun mobil listrik iMiEV masih dapat dikendarai hingga tujuan akhir konvoi. Salah satu indikator unik pada mobil ini adalah munculnya gambar kura-kura berwarna kuning di instrumen. Tanda tersebut mucul sebagai pengingat bagi pengendara.

Sebagai informasi, i-MiEV diluncurkan untuk pertama kali di Jepang pada Juli 2009. Kemudian, pada 1 April 2010, mobil ini diluncurkan untuk umum. Harganya ketika pertama kali diluncurkan adalah 3.980.000 yen (43.000 dolar AS) atau sekitar Rp608 juta. Mobil listrik ini memenuhi persyaratan insentif dari pemerintah Jepang sebesar 1.140.000 yen, sehingga harganya berkurang menjadi hanya 2.840.000 yen (30.700 dolar AS).

Sejak pertama kali dijual pada Juli 2009 hingga Oktober 2011, Mitsubishi telah menjual lebih dari 17.000 unit i-MiEV di seluruh dunia. Mitsubishi sendiri belum akan memasarkan model di Indonesia. Hal ini terkait dengan kesiapan infrastruktur dan belum turunnya aturan insentif bagi kendaraan listrik.


Editor : Dani Dahwilani