Negara Ini Jadi Surga Pemilik Mobil Mewah, Bebas Pajak
JAKARTA, iNews.id – Sebuah negara bagian di Amerika Serikat (AS) mendadak menjadi “rumah kedua” bagi ribuan mobil super mewah milik miliarder dunia. Montana, yang tidak memiliki pajak penjualan
Fenomena ini kerap terlihat di jalanan Amerika Serikat, ketika mobil-mobil eksotis dengan harga fantastis melaju dengan pelat nomor Montana, meski berada ribuan kilometer dari wilayah Big Sky Country. Fakta tersebut bukan karena mobil itu rutin dibawa lintas negara, melainkan karena pemiliknya mendaftarkan kendaraan di Montana demi menghindari pajak penjualan yang tinggi di negara bagian asal.
Dilansir dari Carscoops, Montana menawarkan keuntungan besar bagi pembeli mobil mewah. Negara bagian ini tidak mengenakan pajak penjualan kendaraan dan tidak mewajibkan inspeksi kendaraan. Melalui celah hukum, pemilik mobil cukup membentuk perusahaan cangkang atau limited liability company (LLC) di Montana, lalu mendaftarkan kendaraan atas nama perusahaan tersebut tanpa harus tinggal atau bahkan menginjakkan kaki di sana.
Data Bloomberg mencatat Montana memiliki sekitar 2,3 juta kendaraan terdaftar, sementara jumlah penduduknya hanya sekitar 879.000 jiwa. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata nasional. Pada 2024 saja, tercatat lebih dari 10.700 kendaraan eksotis dan ultra-mewah terdaftar di Montana, mulai dari Ferrari, Lamborghini, Bugatti, hingga Rolls-Royce.
Dari jumlah itu, Ferrari mendominasi dengan lebih dari 5.200 unit, disusul Lamborghini hampir 2.000 unit dan Rolls-Royce sebanyak 820 unit. Sebagai perbandingan, negara bagian Washington yang populasinya tujuh kali lebih besar hanya mencatat sekitar 2.400 pendaftaran kendaraan mewah dari merek serupa.
Praktik ini membuat negara bagian lain mulai gerah. Utah dan California kini berada di garis depan untuk melawan strategi penghindaran pajak tersebut. Utah bahkan telah mengesahkan undang-undang baru pada Maret lalu yang memungkinkan pemerintah negara bagian melacak kendaraan dengan pelat Montana milik warganya.
Gubernur Utah, Spencer Cox, menilai praktik ini sebagai penyalahgunaan sistem pajak. Pemerintah setempat memperkirakan potensi pemasukan mencapai 100 juta dolar AS dari pajak terutang, denda, dan biaya tambahan. California mengambil pendekatan berbeda dengan memanfaatkan kamera pengawas untuk melacak kendaraan berpelat Montana yang terlalu lama berada di wilayahnya.
Hukum California mengatur kendaraan berpelat luar negara bagian hanya boleh berada di wilayah tersebut selama jangka waktu tertentu sebelum dikenakan pajak penjualan. Namun, para pemilik supercar kembali menemukan celah lain dengan menitipkan mobil mereka di fasilitas penyimpanan khusus di Montana, yang dikenal sebagai “penjara pajak”, hingga masa tunggu terpenuhi.
Di sisi lain, para legislator Montana tampak tidak terganggu dengan polemik ini. Mereka justru menilai sistem tersebut sebagai bentuk persaingan antarnegeri untuk menarik bisnis dan investasi. Senator Montana Greg Hertz menyebut kebijakan LLC memberi keuntungan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di negara bagian tersebut.
Perdebatan pun menguat soal batas antara perencanaan pajak yang sah dan penghindaran pajak. Di satu sisi, praktik ini legal secara administratif. Di sisi lain, negara-negara bagian lain merasa dirugikan karena kehilangan potensi pendapatan besar dari pemilik mobil super mewah bernilai ratusan ribu hingga jutaan dolar.
Kasus ini menegaskan satu hal, celah hukum yang dibiarkan terbuka terlalu lama bisa berubah menjadi ladang emas bagi segelintir orang super kaya, sekaligus mimpi buruk bagi negara yang merasa kecolongan.
Editor: Dani M Dahwilani