Pajak Tinggi, Ini Alasan Mitsubishi Boyong Outlander PHEV
Apa penyebab harga Outlander PHEV sangat tinggi? Director of Sales and Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro menjelaskan, harga yang ditawarkan tidak lepas dari struktur pajak yang berlaku di Indonesia.
"Estimasi harga Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar itu telah memasukkan semua struktur harga mulai dari luxury tax, import duty hingga PPnBM. Beberapa komponen pajak ini sangat memengaruhi harga Outlander PHEV. Di mana pajak untuk model kendaraan 4x4 dengan dua mesin mencapai 40 persen," katanya.
Irwan menuturkan, Mitsubishi sampai saat ini masih menunggu realisasi dari pemerintah terkait aturan kendaraan listrik termasuk berbagai insentif yang diberikan.
Sebagai informasi, teknologi plug-in hybrid pada Outlander PHEV merupakan perpaduan mesin bensin 2,4 L, motor dan baterai - menjadikan kendaraan ini ramah lingkungan dan tetap memberikan kenyamanan maksimal untuk penggunanya.
Sumber utama penggerak kendaran yang digunakan juga memberikan performa halus dan responsif. Di mana daya tempuh mobil ini mencapai 600 km.
Outlander PHEV memiliki tiga mode berkendara, yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Pada mode EV Drive, motor menggerakkan kendaraan dengan tenaga listrik dari baterai, sehingga tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang membuat kendaraan lebih senyap, bersih dan bertenaga.
Editor: Dani M Dahwilani