Pasokan Mesin dari Meksiko Terganjal Covid-19, Ford Meradang Tak Bisa Produksi Mobil

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 07:57 WIB
Pasokan Mesin dari Meksiko Terganjal Covid-19, Ford Meradang Tak Bisa Produksi Mobil

Pasokan mesin terganggu, Ford memprotes kebijakan pembatasan operasional pabrik dan staf di Meksiko terkait pencegahan Covid-19. (Foto: Carscoops))

JAKARTA, iNews.id - Ford memprotes kebijakan pembatasan operasional pabrik dan staf di Meksiko terkait pencegahan Covid-19. Pembatasan ini membuat pabrik di Amerika Serikat (AS) kekurangan pasokan suku cadang yang berdampak pada produksi kendaraan.

Dilansir dari Carscoops, Minggu (12/7/2020), pabrik-pabrik di negara bagian Chihuahua, Meksiko, tempat Ford memproduksi mesin dan banyak perusahaan pemasok suku cadang, diperintahkan untuk membatasi kehadiran karyawan hingga 50 persen sebagai langkah melawan Covid-19.

Presiden Ford Amerika dan Grup Pasar Internasional, Kumar Galhotra mengatakan, perusahaan memiliki beberapa pemasok yang beroperasi di bawah pembatasan negara bagian Chihuahua, Meksiko. "Dengan pabrik AS kami berjalan 100 persen, itu jadi tidak berkelanjutan," kata Galhotra, dalam pernyataannya.

"Meskipun kami tidak mengharapkan dampak apapun terhadap produksi minggu depan, kami terus bekerja dengan pejabat pemerintah bagaimana cara-cara aman dan konstruktif melanjutkan sisa produksi," ujarnya.

Duta Besar AS untuk Meksiko, Christopher Landau mengatakan, Ford mungkin harus menutup beberapa pabrik di AS minggu depan jika mereka tidak menerima mesin yang diproduksi di Meksiko.

Landau menyebutkan seorang eksekutif Ford memberitahunya tentang keprihatinan perusahaan atas suku cadang yang diproduksi di negara bagian Chihuahua.

"Mereka mengatakan akan mulai menutup pabrik di Amerika Serikat pada minggu depan jika mereka tidak mendapatkan unit itu (dari Meksiko," ujar Landau.

Meksiko adalah rumah bagi banyak pabrik dan pemasok suku cadang otomotif. Sejumlah produsen mobil di AS mengoperasikan fasilitas mereka di sana karena biaya tenaga kerja lebih rendah.

Editor : Dani Dahwilani