Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono bakal Tambah Armada Bus Listrik Transjakarta, Targetkan Tembus 10.000 Unit di 2030
Advertisement . Scroll to see content

Peneliti Ungkap Warna Mobil Bikin Suhu Bumi Lebih Panas 4 Derajat Celcius

Kamis, 28 Agustus 2025 - 17:00:00 WIB
Peneliti Ungkap Warna Mobil Bikin Suhu Bumi Lebih Panas 4 Derajat Celcius
Sebuah penelitian baru City and Environment Interactions dari Lisbon menunjukkan warna mobil bisa membuat suhu meningkat. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Emisi atau gas buang kendaraan bermotor dianggap sebagai penyabab utama suhu di bumi meningkat. Tapi, penelitian terbaru mengungkapkan warna mobil yang berlalu lalang di jalan raya menjadi salah satu faktor suhu bumi naik.

Dilansir dari Euronews, Selasa (28/8/2025), sebuah penelitian baru dari Lisbon menunjukkan warna mobil bisa membuat suhu meningkat. Studi ini dilakukan oleh City and Environment Interactions yang mengungkapkan fakta menarik.

Penelitian tersebut menunjukkan ribuan mobil berwarna gelap yang terparkir di kota dapat memperburuk fenomena urban heat island. Ini merupakan kondisi ketika suhu di wilayah perkotaan jauh lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya.

Marcia Matias dan rekan-rekannya di Universitas Lisbon mengukur suhu udara di sekitar dua mobil, satu hitam dan satu putih, yang ditinggalkan di luar ruangan selama lebih dari lima jam di langit yang cerah. 

Pada suhu 36 derajat celcius, mobil dengan warna hitam meningkatkan suhu udara di sekitarnya hingga 3,8 derajat celcius dibandingkan dengan aspal di sampingnya. Sementara mobil putih jauh lebih kecil.

Perbedaannya terletak pada cahaya yang dipantulkan warna-warna tersebut. Cat putih memantulkan antara 75 hingga 85 persen sinar matahari yang masuk. Cat hitam hanya memantulkan 5 hingga 10 persen, sementara sisanya menyerap.

Berbeda dengan aspal yang tebal dan lambat panas, rangka logam tipis mobil cepat panas dan melepaskan panas langsung ke udara.

"Sekarang bayangkan ribuan mobil terparkir di sebuah kota, masing-masing bertindak sebagai radiator kecil atau perisai panas. Warna mereka bisa benar-benar mengubah seberapa panas jalanan terasa," kata Matias dikutip dari Euronews.

Menurut Copernicus, program observasi Bumi Uni Eropa, fenomena urban heat island terjadi ketika kota menyimpan panas dari permukaan beraspal, bangunan padat yang menghambat sirkulasi, hingga aktivitas manusia seperti kendaraan dan AC.

Efeknya lebih terasa pada malam hari, di mana kota akan terasa 10 derajat celcius lebih panas dibandingkan pedesaan karena beton dan aspal melepaskan panas. Kondisi ini menjadi masalah kesehatan serius di Eropa.

Ini juga menyebabkan gelombang panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan ribuan kematian, terutama pada kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit kronis.

Eropa telah dilanda gelombang panas yang memecahkan rekor dalam beberapa tahun terakhir dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat celcius di beberapa kota pada musim panas.

Sebuah studi musim panas lalu menemukan perubahan iklim telah melipatgandakan jumlah kematian akibat satu peristiwa panas ekstrem. Tekanan panas tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan. 

Peneliti menyebutkan paparan berulang dapat mempercepat penuaan biologis, memengaruhi kesehatan mental, dan membuat anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi, penyakit pernapasan, dan bahkan kematian. Lansia dan orang-orang dengan kondisi bawaan menghadapi risiko tertinggi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut