Perbandingan Mobil ICE dan PHEV, BYD Klaim M6 DM Lebih Hemat 60 Persen
Menurut Luther, hasil tersebut menunjukkan potensi besar teknologi plug-in hybrid dalam menekan biaya operasional sekaligus memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni.
Sementara itu, Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia, Ubaedillah, mengatakan kendaraan PHEV juga menawarkan interval perawatan yang lebih panjang dibandingkan mobil bermesin konvensional.
"Interval perawatan kendaraan lebih panjang, yaitu satu tahun atau setiap 20.000 kilometer, dibandingkan kendaraan ICE yang umumnya dilakukan setiap 10.000 kilometer," ujarnya.
Meski demikian, terkait rincian biaya perawatan, BYD mengaku belum dapat membeberkan informasi tersebut karena saat ini perusahaan lebih berfokus pada perhitungan Total Cost of Ownership (TCO) selama tiga tahun kepemilikan kendaraan.
BYD menilai percepatan transisi menuju kendaraan energi baru tidak hanya menghadirkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Sebab itu, perusahaan menghadirkan dua pendekatan teknologi yang saling melengkapi, yakni kendaraan listrik murni (EV) dan Dual Mode (DM). Teknologi EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya menggunakan tenaga listrik tanpa emisi gas buang, sedangkan teknologi DM mengusung konsep Electric-First, di mana motor listrik menjadi sumber penggerak utama dan mesin bensin akan bekerja secara otomatis saat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi serta memperpanjang jarak tempuh kendaraan.
Editor: Dani M Dahwilani