Perkuat Kendaraan Listrik, Toyota Akan Produksi Mobil Hybrid di Indonesia

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 06 Maret 2020 - 08:15 WIB
Perkuat Kendaraan Listrik, Toyota Akan Produksi Mobil Hybrid di Indonesia

Produksi kendaraan hybrid, Toyota Indonesia menyatakan berkomitmen menyebarluaskan kendaraan listrik, yakni BEV, PHEV, dan HEV. (Foto: iNews.id/Dani M Dahwilani)

JAKARTA, iNews.id - PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan akan memperkuat kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan menambah pilihan kendaraan elektrik hybrid colok (Plug-in Hybrid Vehicle/PHEV) dan mobil listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV). Langkah ini sebagai upaya perusahaan menjangkau lebih banyak konsumen di Indonesia.

Pada saat yang sama, Toyota juga berencana memulai produksi model kendaraan elektrik hybrid (HEV) di Indonesia pada 2022. Model HEV produksi lokal tersebut akan ditujukan tidak hanya untuk pasar domestik, namun juga pasar ekspor.

"Toyota Indonesia berkomitmen untuk mengambil bagian dalam upaya menyebarluaskan kendaraan elektrifikasi, seperti BEV, PHEV, dan HEV, termasuk di dalamnya rantai suplai dari komponen-komponen utama kendaraan elektrifikasi yang sesuai kondisi di Indonesia dengan mempertimbangkan keunggulan dan tantangan dari masing-masing teknologi," tulis Toyota dalam keterangan tertulis kepada iNews.id di Jakarta.

Sebelumnya, Toyota mendukung aktivitas "Riset dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi” bersama enam universitas di Indonesia yang diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Dalam aktivitas tersebut, Toyota menyediakan alat riset, berupa 18 unit mobil, terdiri atas enam Prius HEV, enam Prius PHEV, dan enam Corolla mesin bakar internal), serta data loggers, peralatan pengisian daya dan asistensi teknikal.

Toyota memandang Indonesia merupakan salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan serta komponen penting di Asia Pasifik. Toyota dan perusahaan grupnya di Indonesia memproduksi kendaraan dengan kandungan lokal tinggi di level 75 persen hingga 95 persen. Toyota pun mengekspor produk-produk otomotif berupa kendaraan utuh (Completely Built-Up – CBU), kendaraan terurai (Completely Knock Down – CKD), mesin bensin dan etanol, komponen, serta alat bantu produksi ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Pasifik, dan Timur Tegah. Produksi lokal dan ekspor berkontribusi pada neraca perdagangan yang positif serta mendukung perkembangan industri dan ekonomi.

"Perusahaan-perusahaan dalam Grup Toyota berkomitmen untuk mendukung popularisasi kendaraan elektrifikasi termasuk di dalamnya BEV, PHEV, dan HEV dengan melakukan kerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk menciptakan permintaan pasar," kata Toyota.

Toyota berharap dapat mendukung target pemerintah Indonesia dalam upaya mewujudkan udara yang lebih bersih melalui penurunan emisi dan mengurangi impor minyak menuju keseimbangan neraca perdagangan yang lebih baik.

Selain itu, Toyota juga mendukung pengembangan industri nasional yang berkelanjutan sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan standar dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. "Toyota sangat percaya akan potensi Indonesia dan pencapaian target-target implementasi teknologi elektrifikasi. Karenanya Toyota berkeinginan kuat untuk mendukung penggunaan kendaraan elektrifikasi secara massal sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia," ujar Toyota.

Editor : Dani Dahwilani