Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Catat Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meroket 10 Kali Lipat
Advertisement . Scroll to see content

Raup 258.900 Unit, Toyota Indonesia Cetak Penjualan Terbanyak di Asia Tenggara

Senin, 26 Januari 2026 - 21:41:00 WIB
Raup 258.900 Unit, Toyota Indonesia Cetak Penjualan Terbanyak di Asia Tenggara
Penjualan ritel Toyota sepanjang 2025 mencapai 258.900 unit dengan market share 31 persen, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kondisi pasar otomotif nasional sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor ekonomi domestik dan global yang menantang menjadi penyebab utama melambatnya pertumbuhan industri kendaraan bermotor di Tanah Air.

Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan total pasar otomotif Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 833 ribu unit. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024, namun masih lebih baik dari proyeksi awal yang hanya berada di kisaran 780 ribu unit.

“Tahun 2025 kondisi market turun dibandingkan 2024, karena kondisi ekonomi cukup challenging karena faktor ekonomi domestik dan global,” ujar Henry Tanoto di Jakarta, Senin (25/1/2026).

Di tengah kondisi tersebut, Toyota Indonesia tetap menunjukkan performa kuat. Penjualan ritel Toyota Indonesia sepanjang 2025 mencapai 258.900 unit dengan market share sebesar 31 persen. Raihan ini menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.

Model Toyota Kijang Innova menjadi penyumbang penjualan terbanyak dengan capaian 62,5 ribu unit. Dari sisi segmen, kontribusi penjualan Toyota didominasi oleh MPV sebesar 59 persen, diikuti SUV 23 persen, kendaraan komersial 12 persen, hatchback 6 persen, dan sedan 2 persen.

Henry juga mengungkapkan total investasi Toyota di Indonesia hingga saat ini telah melampaui Rp100 triliun. Investasi tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang Toyota terhadap industri otomotif nasional.

Untuk kendaraan elektrifikasi, Toyota mencatat respons positif terhadap Veloz Hybrid yang hampir terjual 4.000 unit sepanjang 2025. Toyota juga melakukan uji ketangguhan produk melalui kegiatan jelajah Lintas Nusantara dari Lombok hingga Sumatera Utara sejauh 7.700 kilometer selama 1,5 bulan.

“Kita sangat senang. Kita harapkan dapat diterima dengan baik,” kata Henry.

Toyota juga memberi bocoran kehadiran tiga produk elektrifikasi di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, termasuk Veloz Hybrid dan lini GR Series.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Juliyanto menyampaikan kinerja ekspor Toyota masih solid. Sepanjang 2025, TMMIN membukukan ekspor 298.457 unit dan berkontribusi sekitar 58 persen terhadap total ekspor kendaraan nasional.

“Negara tujuan ekspor di Asia dan Timur Tengah, dan kita mulai merambah Amerika Latin,” ujarnya.

Indonesia juga menjadi basis produksi global untuk kendaraan kecil seperti Agya dan Avanza yang diminati pasar internasional karena value for money. Secara kumulatif, TMMIN telah mengekspor 3 juta unit kendaraan CBU sejak 1987 hingga 2025.

Meski tantangan geopolitik global masih membayangi, Toyota terus memperkuat strategi ekspor dengan membangun segmen kendaraan yang menjadi kunci global source di berbagai negara tujuan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut