Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Diabaikan! Jok Mobil Goyang saat Direm Bisa Jadi Tanda Kerusakan
Advertisement . Scroll to see content

Setir Mobil Bergetar saat Diam, Jangan Anggap Sepele Ini Penyebabnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:21:00 WIB
Setir Mobil Bergetar saat Diam, Jangan Anggap Sepele Ini Penyebabnya
Setir mobil bergetar saat kendaraan diam atau berhenti bisa menjadi tanda ada masalah pada sejumlah komponen. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Setir mobil bergetar saat kendaraan sedang diam atau berhenti bisa menjadi tanda adanya masalah pada sejumlah komponen. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengindikasikan gangguan pada mesin hingga sistem kaki-kaki mobil.

Pada kondisi normal, mesin mobil memang menghasilkan getaran saat menyala. Namun, intensitasnya masih dalam batas wajar sehingga biasanya tidak terasa kuat hingga ke bagian setir, kabin, atau dasbor.

Jika getaran terasa semakin kuat meski mobil tidak bergerak, pengemudi perlu segera memeriksa kondisi kendaraan. Terlebih jika muncul suara aneh yang menyertai getaran tersebut.

Getaran abnormal pada setir bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari engine mounting yang rusak, gangguan sistem pengapian, hingga komponen kaki-kaki yang aus.

Lantas, apa saja penyebab setir mobil bergetar saat diam dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya.

Apakah Setir Mobil Bergetar Saat Diam Berbahaya?

Getaran ringan saat mesin menyala merupakan hal yang normal. Namun, jika getarannya terasa kuat hingga ke setir dan kabin, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Terlebih jika disertai suara tidak biasa atau putaran mesin yang tidak stabil. Gejala tersebut bisa menjadi indikasi adanya kerusakan pada sejumlah komponen kendaraan.

Jika dibiarkan, kerusakan berpotensi semakin parah dan mengganggu kenyamanan maupun keselamatan berkendara. Karena itu, pemilik mobil disarankan segera melakukan pemeriksaan di bengkel untuk mengetahui sumber masalahnya.

Penyebab Setir Mobil Bergetar saat Diam

Dilansir dari laman Suzuki, ada sejumlah komponen yang berpotensi menjadi penyebab setir mobil bergetar meski kendaraan sedang dalam posisi diam. Berikut enam di antaranya:

1. Engine Mounting Bermasalah

Salah satu penyebab paling umum adalah engine mounting yang mengalami kerusakan. Komponen ini berfungsi menopang mesin sekaligus meredam getaran agar tidak merambat ke bodi kendaraan.

Engine mounting umumnya menggunakan material karet yang dapat mengalami retak, aus, atau mengeras seiring pemakaian.

Jika komponen ini rusak, getaran mesin bisa terasa lebih kuat hingga ke kabin dan setir. Solusinya, segera lakukan pemeriksaan dan penggantian engine mounting jika kondisinya sudah tidak layak.

2. Tapak Ban Botak

Kondisi tapak ban yang sudah tipis atau botak juga perlu diperhatikan. Kebotakan biasanya terjadi akibat usia pemakaian, pola keausan yang tidak merata, atau perawatan ban yang kurang optimal.

Untuk memeriksa kondisi ban, pemilik mobil bisa melihat indikator TWI (Tread Wear Indicator) yang terdapat pada alur ban.

Jika permukaan tapak ban sudah sejajar dengan indikator TWI, artinya ban telah mencapai batas keausan dan perlu diganti.

Namun, perlu diketahui bahwa kondisi ban yang botak umumnya menyebabkan getaran ketika mobil bergerak, bukan saat diam. Karena itu, pemeriksaan komponen lain tetap diperlukan jika setir bergetar ketika kendaraan berhenti.

3. Kaki-Kaki Mobil Rusak

Komponen kaki-kaki mobil yang aus atau mengalami kerusakan juga dapat memicu getaran pada setir.

Beberapa komponen yang perlu diperiksa antara lain ball joint, tie rod, dan bagian suspensi lainnya. Kerusakan pada komponen tersebut dapat mengganggu kestabilan serta pengendalian kendaraan.

Jika tidak segera ditangani, kondisi kaki-kaki yang bermasalah dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Lakukan pemeriksaan secara berkala di bengkel untuk memastikan seluruh komponen masih dalam kondisi baik.

4. Komponen Busi Mobil Bermasalah

Busi yang kotor, aus, atau mati dapat menyebabkan proses pembakaran di dalam mesin tidak berlangsung sempurna.

Akibatnya, putaran mesin menjadi tidak stabil atau pincang sehingga menghasilkan getaran yang lebih kuat dari biasanya. Getaran tersebut bahkan bisa terasa hingga ke bagian setir dan kabin.

Untuk mengatasinya, periksa kondisi busi dan lakukan pembersihan atau penggantian jika diperlukan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan teknisi agar penyebab gangguan dapat diketahui secara tepat.

5. Filter Udara dan Throttle Body Kotor

Filter udara dan throttle body memiliki peran penting dalam mengatur aliran udara menuju mesin.

Jika kedua komponen tersebut kotor, aliran udara dapat terganggu sehingga memengaruhi kestabilan proses pembakaran. Akibatnya, putaran mesin bisa menjadi tidak stabil dan menimbulkan getaran berlebih.

Sebab itu, pemilik mobil perlu memperhatikan jadwal perawatan filter udara dan throttle body. Bersihkan atau ganti komponen sesuai rekomendasi pabrikan agar performa mesin tetap optimal.

6. Kebiasaan Buruk Saat Berkendara

Selain kerusakan komponen, kebiasaan pengemudi juga dapat mempercepat keausan sejumlah bagian kendaraan.

Beberapa kebiasaan yang perlu dihindari antara lain:

* Mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan rusak.

* Membiarkan tekanan angin ban berkurang atau dalam kondisi kempis.

* Melakukan pengereman secara mendadak atau aggressive braking.

Kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan ban, suspensi, dan komponen kaki-kaki mobil. Sebab itu, pengemudi perlu menerapkan gaya berkendara yang lebih halus serta rutin memeriksa kondisi kendaraan.

Kesimpulannya, setir mobil yang bergetar saat kendaraan diam tidak boleh diabaikan. Jika getaran terasa tidak normal, segera periksa kendaraan di bengkel untuk memastikan penyebabnya dan mencegah kerusakan semakin parah.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut