Tesla Pangkas Harga Mobil Model 3 di China 10 Persen agar Disubsidi

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 01 Mei 2020 - 09:45 WIB
Tesla Pangkas Harga Mobil Model 3 di China 10 Persen agar Disubsidi

Penuhi syarat subsidi, Tesla Inc memotong harga sedan Model 3 produksi China sebesar 10 persen. (Foto: Tesla)

BEIJING, iNews.id - Produsen mobil listrik Amerika Serikat (AS), Tesla Inc mengatakan telah memotong harga sedan Model 3 produksi China sebesar 10 persen. Langkah tersebut guna memenuhi syarat subsidi di pasar mobil terbesar di dunia itu.

Tesla mulai mengirimkan mobil dari pabrik mobil Shanghai senilai 2 miliar dolar AS pada Desember. Mereka telah memangkas harga awal sedan Standard Range Plus Model 3 menjadi 271.550 yuan (38.463 dolar AS) atau sekitar Rp572 juta, setelah menerima 20.250 yuan per mobil sebagai subsidi EV .

China telah mengumumkan rencana pada 2015 untuk mengakhiri subsidi kendaraan listrik tahun ini. Tetapi pada Maret memperpanjangnya dengan syarat subsidi hanya berlaku untuk mobil penumpang dengan biaya kurang dari 300.000 yuan.

Sebelumnya, CEO Tesla Inc Elon Musk mengklaim meraih keuntungan di tengah wabah virus corona (Copvid-19) pada kuartal pertama 2020. Ini merupakan raihan laba kuartal ketiga berturut-turut yang dibukukan produsen mobil listrik Amerika Serikat (AS) tersebut.

Pencapaian ini mengejutkan banyak investor karena produsen mobil lain terpukul akibat penurunan permintaan konsumen dan penutupan pabrik terkait Covid-19.

Kuartal menguntungkan Tesla datang hanya sehari setelah saingan yang berbasis di Detroit, Ford Motor Co melaporkan kerugian kuartal pertama 2 miliar dolar AS. Bahkan, mereka memperkirakan kehilangan 5 miliar dolar AS pada kuartal kedua sebagai dampak pandemi corona.

Raihan Tesla pada kuartal kedua dan sisa tahun ini akan menjadi ujian penting dari daya tahan perusahaan. Jika Tesla dapat membatasi kerugian, atau bahkan melanjutkan rentetan keuntungan dan mengungguli pembuat mobil lawas, itu akan membuat mereka berada di posisi lebih kuat. Mereka mengambil penjualan dari pesaing yang terpuruk akibat Covid-19.

Editor : Dani Dahwilani