Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil Listrik Tesla Roadster Bisa Terbang, Akselerasi 0-96 Km/Jam Hanya 0,81 Detik
Advertisement . Scroll to see content

Tesla Roadster Bisa Terbang dan Ngebut 0,5 Detik? Banyak yang Ragu hingga Jadi Meme

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:28:00 WIB
Tesla Roadster Bisa Terbang dan Ngebut 0,5 Detik? Banyak yang Ragu hingga Jadi Meme
Sederet klaim fantastis mobil listrik Tesla Roadster memicu keraguan dan menjadi bahan meme lucu di media sosial. (Foto: Instagram AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tesla kembali mencuri perhatian lewat pengenalan Roadster terbaru yang diklaim memiliki performa ekstrem, termasuk akselerasi dari 0-60 mil per jam (96 km/jam) dalam waktu hanya 0,55 detik. Namun, sederet klaim fantastis mobil sport listrik besutan Elon Musk itu justru memicu keraguan dan menjadi bahan meme lucu di media sosial.

Dalam peluncurannya, Tesla memperlihatkan aksi spektakuler dengan mobil yang melaju terbalik, melesat dari landasan, berputar di udara, hingga mendarat kembali. Pertunjukan tersebut mengingatkan publik pada pernyataan Elon Musk pada 2018 saat berbincang dengan Joe Rogan, ketika dia menyebut ingin menggunakan pendorong untuk membuat mobil Tesla terbang.

Terlepas dari kontroversi yang menyertai Musk, pertunjukan tersebut menjadi cara yang tidak biasa untuk memperkenalkan sebuah mobil sport. Namun, setelah euforia peluncuran mereda, muncul pertanyaan besar: seberapa jauh kemampuan Roadster yang diperlihatkan Tesla benar-benar bisa diwujudkan pada mobil produksi yang nantinya dibeli konsumen?

Dikutip dari laporan media otomotif, sejumlah detail yang disampaikan Tesla melalui berbagai wawancara justru memperlihatkan perbedaan antara kemampuan yang diklaim dan teknologi yang masih harus dibuktikan.

Tesla disebut menyiapkan empat varian Roadster, yakni Roadster, Performance, Thrust, dan Rocket. Perbedaan varian ini penting karena sejumlah spesifikasi paling ekstrem ternyata hanya dikaitkan dengan model tertentu, bukan seluruh lini Roadster.

Seluruh varian dikabarkan menggunakan sistem penggerak roda belakang. Untuk tenaga, sejumlah versi diklaim menghasilkan lebih dari 1.341 tenaga kuda atau 1.000 kW dengan torsi 1.400 Nm. Sementara itu, versi dasar disebut menghasilkan sekitar 1.073 tenaga kuda atau 800 kW dengan torsi 1.200 Nm.

Perbedaan paling mencolok terlihat pada klaim akselerasi. Tesla menargetkan varian Performance mampu melesat dari 0-60 mph dalam waktu kurang dari 1,6 detik. Varian Thrust diklaim bisa melakukannya dalam waktu kurang dari 0,9 detik, sedangkan Rocket ditargetkan mencatatkan waktu kurang dari 0,59 detik.

Tesla bahkan mengklaim kemampuan akselerasi hingga 0,55 detik. Namun, angka tersebut menggunakan metode pengukuran dengan rollout satu kaki, yakni jarak awal yang tidak dihitung dalam pencatatan waktu akselerasi. Faktor ini membuat angka yang diumumkan perlu dipahami sesuai metode pengukurannya.

Punya Batasan

Teknologi pendorong menjadi salah satu bagian paling kontroversial dari Roadster terbaru. Varian Thrust dan Rocket dikabarkan menggunakan tangki udara bertekanan serta pendorong gas dingin, tetapi dengan konfigurasi perangkat keras berbeda.

Varian Thrust disebut memiliki empat pendorong di bagian belakang yang disuplai tangki berkapasitas 200 liter. Sementara itu, varian Rocket mendapat tambahan tangki 400 liter di area yang biasanya digunakan sebagai tempat duduk penumpang, sehingga kapasitas totalnya mencapai 600 liter. Varian ini juga dibekali enam pendorong tambahan.

Teknologi tersebut diklaim mampu memberikan dorongan ekstra untuk menghasilkan akselerasi ekstrem. Namun, sistem ini memiliki keterbatasan yang tidak bisa diabaikan.

Menurut laporan Top Gear, tangki pada varian Thrust dapat kosong dalam waktu sekitar enam detik dan harus diisi ulang sebelum digunakan kembali. Artinya, kemampuan akselerasi paling ekstrem bergantung pada ketersediaan udara bertekanan, bukan hanya tenaga motor listrik.

Kondisi serupa berlaku pada varian Rocket. Laporan Hagerty menyebut pengisian ulang sistem berkapasitas 600 liter dapat memakan waktu enam hingga tujuh jam. Tesla dikabarkan ingin memangkas durasi tersebut menjadi sekitar 30 menit, tetapi target itu masih perlu dibuktikan.

Jika waktu pengisian ulang tetap lama, penggunaan pendorong untuk akselerasi berulang di lintasan balap tentu menjadi tantangan tersendiri. Meski motor listriknya tetap dapat bekerja setelah tangki kosong, mobil tidak lagi mendapatkan tambahan daya dorong dari sistem tersebut.

Kecepatan Tertinggi

Selain akselerasi, Tesla juga melontarkan klaim kecepatan tertinggi yang tidak kalah fantastis. Dalam pengenalan publik, perusahaan menargetkan Roadster mampu melaju lebih dari 230 mph atau sekitar 370 km/jam.

Elon Musk bahkan pernah menyampaikan keinginan agar mobil tersebut mencapai setengah kecepatan suara, yakni sekitar 617 km/jam. Sementara itu, dalam wawancara dengan Top Gear, Tesla disebut menargetkan kecepatan hingga 330 mph atau sekitar 531 km/jam.

Perbedaan angka tersebut memunculkan pertanyaan mengenai spesifikasi akhir yang benar-benar akan ditawarkan kepada konsumen. Target kecepatan tinggi bukan hal yang mustahil bagi kendaraan berperforma ekstrem, tetapi pencapaiannya membutuhkan pembuktian melalui pengujian nyata.

Tesla juga menargetkan jarak tempuh sekitar 483 kilometer. Top Gear melaporkan perkiraan jarak tempuh 499-515 kilometer, bergantung pada model yang digunakan. Untuk bobot, versi dasar ditargetkan memiliki berat di bawah 1.700 kilogram.

Jika target bobot tersebut tercapai, Roadster berpotensi memiliki keuntungan dari sisi dinamika berkendara. Bobot kendaraan yang lebih ringan dapat membantu meningkatkan respons pengendalian, meskipun hasil akhirnya juga dipengaruhi distribusi bobot, ban, suspensi, dan karakteristik sistem penggerak.

Klaim Fantastis Menunggu Pembuktian

Di luar teknologi pendorong yang mencuri perhatian, konsep mobil sport listrik dengan tenaga besar dan bobot relatif ringan memang menawarkan potensi menarik. Namun, kemampuan sesungguhnya baru dapat dinilai setelah mobil produksi diuji secara independen.

Tantangannya bukan sekadar memperlihatkan akselerasi luar biasa dalam sebuah demonstrasi. Tesla juga harus membuktikan konsistensi performa, kemampuan pengereman, stabilitas pada kecepatan tinggi, ketahanan komponen, serta kepraktisan penggunaan teknologi pendorong.

Klaim yang disampaikan dalam peluncuran dan wawancara masih harus dibedakan dari hasil pengujian kendaraan produksi. Pengujian independen menjadi penting untuk mengetahui apakah spesifikasi tersebut dapat dicapai dalam kondisi nyata, bukan hanya dalam demonstrasi yang dikendalikan pabrikan.

Roadster terbaru memang menawarkan pertunjukan yang sulit dilupakan. Namun, hingga seluruh klaimnya terbukti, mobil sport listrik ini masih menyisakan satu pertanyaan besar: apakah Tesla benar-benar akan menghadirkan mobil dengan kemampuan sedramatis yang dijanjikan, atau justru klaim-klaimnya akan terus menjadi bahan meme di internet?

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut