Transportasi di Ibu Kota Baru Akan Gunakan Kendaraan Otonom

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 06 September 2020 - 15:22 WIB
Transportasi di Ibu Kota Baru Akan Gunakan Kendaraan Otonom

Ibu Kota baru Indonesia di Kalimantan Timur akan menerapkan sistem transportasi pintar menggunakan kendaraan otonom. (Foto: Ilustrasi/Carscoosps)

JAKARTA, iNews.id - Ibu Kota baru Indonesia di Kalimantan Timur akan menerapkan sistem transportasi pintar. Salah satunya penggunaan kendaraan otonom (autonomus vehicle) alias mobil tanpa awak.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendorong perguruan tinggi menggelar penelitian dan pengembangan kendaraan otonom. Pengembangan kendaraan otonom diperlukan mengingat pemerintah telah memiliki rencana memindahkan Ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur.

Di mana, Ibu Kota baru dirancang dengan konsep smart, green, dan sustainable city seperti disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Kami melihat pengembangan kendaraan otonom sangat erat kaitannya dengan konsep Ibu Kota baru. Ke depannya kami jadikan ini sebagai dasar membangun sistem transportasinya. Ini merupakan wajah baru transportasi Indonesia," kata Budi dalam keterangan resmi, Minggu (6/9/2020). 

Budi menyebutkan Indonesia memiliki pasar industri otomotif yang sangat besar dan diprediksi dalam 5 hingga 10 tahun mendatang, penjualan kendaraan otonom bisa mengungguli mobil konvensional saat ini. 

Mengutip penelitian dari McKinsey Global Institute dan TU Delf research in electric and automated transport 2019, Budi mengatakan, kendaraan otonom dapat mengurangi emisi karbon dan kemacetan, mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15 persen dan juga menurunkan tingkat kecelakaan di jalan raya hingga 40 persen karena pengurangan human error, serta memiliki kepastian dan ketepatan waktu.

Sejak 2017, Indonesia sudah menerapkan konsep transportasi publik menggunakan kendaraan otonom yaitu Kalayang Sky Train di Bandara-Soekarno Hatta. Kereta ini dapat digunakan pengguna jasa bandara untuk perpindahan terminal penumpang di bandara.

"Kendaraan otonom seperti Automatic Rail Transport (ART) dapat menjadi moda transportasi pilihan bagi ibu kota baru karena aman, andal, dan sangat tepat waktu," ujarnya. 

Untuk mewujudkan itu, Menhub mengatakan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dengan sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi, swasta, dan lainnya.

“Kami membutuhkan paradigma baru untuk memastikan transportasi yang efisien di Ibu Kota baru. Untuk itu, partisipasi dan inovasi dari perguran tinggi seperti ITB (Institut Teknologi Bandung), swasta dan pihak terkait lainnya sangat penting agar tujuan itu dapat terwujud," katanya. 

Editor : Dani Dahwilani