Viral, Donald Trump Emosi Diteriaki Karyawan Ford saat Kunjungan Pabrik
Sabula mengaku belum mengetahui dampak jangka panjang terhadap pekerjaannya. Namun, dia menegaskan tidak menyesali aksinya. “Sejauh menegurnya, sama sekali tidak ada penyesalan,” ujarnya.
Menanggapi kejadian itu, Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford, menyebut insiden tersebut sebagai hal yang disayangkan dan memalukan. Meski demikian, dia berupaya meredam polemik dengan mengatakan kejadian tersebut hanya berlangsung singkat.
“Itu hanya sekitar enam detik dari tur satu jam yang berjalan sangat baik. Saya rasa dia sangat menikmatinya dan kami juga,” kata Bill Ford kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, juru bicara Ford menyampaikan pernyataan resmi kepada TMZ dengan menekankan nilai inti perusahaan. “Kami mengadakan acara yang hebat hari ini dan bangga dengan bagaimana karyawan kami mewakili Ford. Salah satu nilai inti kami adalah rasa hormat, dan kami tidak mentolerir pernyataan tidak pantas di dalam fasilitas kami,” ujar pernyataan tersebut.
Dari pihak Gedung Putih, Direktur Komunikasi Steven Cheung membela sikap Presiden. Kepada Washington Post, dia menyebut respons Trump sebagai tindakan wajar. “Seseorang berteriak dengan kata-kata kasar dalam kemarahan, dan Presiden memberikan tanggapan yang tepat dan tidak ambigu,” ujarnya.