Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teror Geng Motor Gunakan Panah di Makassar Terekam CCTV, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Advertisement . Scroll to see content

Banyak Belum Tahu, Begini Cara Menghitung CC Motor 

Selasa, 07 April 2026 - 17:53:00 WIB
Banyak Belum Tahu, Begini Cara Menghitung CC Motor 
Cara menghitung CC motor penting diketahui para pengendara yang ingin memahami performa kendaraan. (Foto: Ilustrasi/Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

3. Membedakan Kelas Sepeda Motor

Dalam dunia otomotif, sepeda motor juga dikelompokkan berdasarkan kapasitas mesin. Motor dengan kapasitas kecil, misalnya di bawah 125 cc, biasanya digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan. Motor jenis ini dikenal lebih irit bahan bakar dan mudah dikendarai di jalan padat.

Sementara itu, motor dengan kapasitas menengah sekitar 250 cc hingga 400 cc biasanya masuk kategori motor sport. Motor ini menawarkan keseimbangan antara performa dan kenyamanan untuk penggunaan harian.

Ada juga motor berkapasitas besar atau motor gede (moge) yang memiliki mesin di atas 500 cc. Motor jenis ini dirancang untuk performa tinggi, touring jarak jauh, atau kebutuhan hobi.

4. Penting untuk Modifikasi Mesin

Bagi penggemar modifikasi motor, pemahaman mengenai cara menghitung CC merupakan dasar yang sangat penting. Perhitungan kapasitas mesin membantu menentukan komponen yang perlu disesuaikan, seperti ukuran klep, karburator atau injektor, serta sistem pengapian.

Tanpa perhitungan yang tepat, modifikasi mesin justru dapat mengurangi performa atau bahkan merusak komponen kendaraan.

Cara Menghitung CC Motor

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung kapasitas mesin motor, mulai dari perhitungan manual hingga menggunakan aplikasi.

1. Menggunakan Rumus Kapasitas Mesin

Metode pertama menggunakan rumus yang cukup populer di kalangan mekanik. Rumusnya adalah:

CC = 0,785 × (Diameter piston × Diameter piston) × Panjang langkah piston

Angka 0,785 merupakan konstanta yang berasal dari seperempat nilai pi.

Untuk menggunakan rumus ini, pengendara harus mengetahui spesifikasi diameter piston (bore) dan panjang langkah piston (stroke). Informasi tersebut biasanya tersedia di buku manual kendaraan atau situs resmi pabrikan.

Sebagai contoh, jika motor memiliki diameter piston 63,5 mm dan panjang langkah piston 62,2 mm, maka perhitungannya adalah:

0,785 × (63,5 × 63,5) × 62,2.

Hasilnya sekitar 196,9 cc yang biasanya dibulatkan menjadi 200 cc.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut