Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanda-Tanda Busi Bermasalah, Perhatian 4 Hal Ini Sebelum Motor Rusak Parah
Advertisement . Scroll to see content

Busi Motor Hitam dan Basah? Jangan Anggap Sepele Bisa Jadi Tanda Mesin Bermasalah

Rabu, 09 September 2026 - 09:33:00 WIB
Busi Motor Hitam dan Basah? Jangan Anggap Sepele Bisa Jadi Tanda Mesin Bermasalah
Busi motor hitam dan basah jangan dianggap sepele karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Busi motor hitam dan basah jangan dianggap sepele karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin. Selain membuat motor sulit dinyalakan, busi yang kotor juga dapat menyebabkan performa mesin menurun dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Patut diketahui, busi merupakan komponen penting dalam sistem pembakaran motor. Komponen ini menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar sehingga mesin dapat menghasilkan tenaga.

Jika kondisi busi berubah menjadi hitam dan basah, proses pembakaran patut dicurigai tidak berlangsung optimal. Kondisi tersebut bisa disebabkan masalah pada busi, sistem bahan bakar, filter udara, hingga komponen internal mesin.

Dampak Busi Hitam dan Basah

Dilansir dari laman Suzuki, busi yang kotor dan basah dapat menimbulkan sejumlah masalah pada motor. Gejalanya antara lain mesin sulit dihidupkan, respons gas terasa berat, tenaga berkurang, mesin tersendat, hingga konsumsi bahan bakar meningkat.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, masalah yang menjadi penyebab busi kotor juga berpotensi semakin parah. Karena itu, pengendara sebaiknya tidak hanya mengganti busi tanpa mencari sumber masalahnya.

Penyebab Busi Motor Hitam dan Basah

Ada beberapa faktor yang dapat membuat busi motor berubah menjadi hitam dan basah. Berikut penyebab yang perlu diketahui pengendara.

1. Campuran Bahan Bakar Terlalu Kaya

Salah satu penyebab paling umum busi menghitam adalah campuran bahan bakar dan udara terlalu kaya. Artinya, jumlah bensin yang masuk ke ruang bakar lebih banyak dibandingkan udara.

Kondisi tersebut membuat proses pembakaran tidak sempurna. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar kemudian meninggalkan karbon pada ujung busi dan membuatnya terlihat hitam.

Jika terlalu banyak bensin masuk, ujung busi juga bisa menjadi basah sehingga percikan api tidak bekerja secara optimal.

2. Filter Udara Kotor

Filter udara yang tersumbat debu dan kotoran dapat menghambat aliran udara menuju ruang bakar. Akibatnya, komposisi campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal.

Kurangnya pasokan udara membuat campuran cenderung terlalu kaya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan busi cepat menghitam dan basah.

Karena itu, pemeriksaan serta pembersihan filter udara perlu dilakukan secara berkala sesuai jadwal perawatan motor.

3. Oli Masuk ke Ruang Bakar

Busi yang hitam dan terasa berminyak dapat menjadi tanda oli masuk ke ruang bakar. Masalah ini bisa terjadi ketika ring piston atau seal klep mengalami keausan.

Oli yang ikut terbakar akan meninggalkan residu pada elektroda dan bagian ujung busi. Selain membuat busi kotor, kondisi tersebut dapat mengganggu proses pembakaran dan menurunkan performa mesin.

Jika busi terus kembali hitam dan basah setelah dibersihkan atau diganti, pemeriksaan mesin secara menyeluruh diperlukan.

4. Setelan Karburator Tidak Tepat

Pada motor yang masih menggunakan karburator, setelan yang terlalu kaya dapat menyebabkan bahan bakar masuk dalam jumlah berlebihan.

Kondisi tersebut membuat pembakaran tidak sempurna sehingga busi cepat dipenuhi kerak karbon. Motor juga berpotensi menjadi lebih boros dan sulit dinyalakan.

Penyetelan karburator sebaiknya dilakukan mekanik agar perbandingan udara dan bahan bakar kembali sesuai.

5. Bahan Bakar Tidak Terbakar Sempurna

Busi yang basah juga dapat terjadi karena bahan bakar tidak terbakar secara sempurna. Salah satu tandanya adalah motor sulit dihidupkan, terutama ketika kondisi mesin tertentu.

Bahan bakar yang tidak terbakar dapat membasahi ujung busi sehingga percikan api menjadi lemah. Jika terus terjadi, busi akan semakin cepat kotor dan performa mesin terganggu.

6. Busi Tidak Sesuai Spesifikasi

Pemilihan busi juga tidak boleh sembarangan. Busi dengan spesifikasi atau tingkat panas yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat menyebabkan pembakaran tidak optimal.

Pengendara sebaiknya menggunakan busi sesuai tipe dan spesifikasi motor. Penggunaan komponen yang tepat membantu menjaga suhu kerja busi sekaligus mendukung pembakaran yang optimal.

Cara Mengatasi

Langkah pertama adalah memeriksa kondisi busi dan mencari tahu apakah permukaannya basah oleh bensin atau oli. Perbedaan tersebut dapat membantu mekanik menentukan sumber masalah pada mesin.

Jika busi sudah aus atau elektrodenya mengalami kerusakan, penggantian dengan busi baru sesuai spesifikasi motor menjadi pilihan yang tepat.

Pengendara juga perlu memeriksa filter udara, sistem bahan bakar, dan setelan karburator pada motor yang masih menggunakannya. Jika terdapat dugaan oli masuk ke ruang bakar, pemeriksaan ring piston dan seal klep sebaiknya dilakukan di bengkel.

Busi motor hitam dan basah memang terlihat seperti masalah kecil, tetapi kondisinya bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pembakaran atau komponen mesin. Melakukan pemeriksaan sejak dini dapat mencegah kerusakan lebih serius sekaligus menjaga performa dan efisiensi motor tetap optimal.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut