Ini Jadinya Jika Sepeda Motor Pakai Oli Mobil, Jangan Salah Kaprah
JAKARTA, iNews.id - Sebagian orang mungkin masih bertanya-tanya apakah aman sepeda motor pakai oli mobil? Oli sebagai pelumas kendaraan bermotor memang memiliki peranan sangat penting dalam otomotif.
Oli berfungsi membantu melumasi komponen dan setiap partikel di dalam mesin. Kinerja setiap komponen pada mesin perlu dibuat lebih enteng menggunakan pelumas agar langkah kerja yang dihasilkan lebih maksimal.
Tetapi apakah oli mobil dapat digunakan pada sepeda motor? Pasalnya, hal ini sering terjadi karena fungsinya dianggap sama.
Pada dasarnya, oli mobil memang bisa digunakan pada sepeda motor karena sama-sama berfungsi sebagai pelumas. Tetapi, hal itu tentu bukan tidak berdampak.
Banyak orang beranggapan bahwa oli mobil dapat memberikan dampak bagus pada sepeda motor. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Dilansir iNews.id dari laman Deltalube, Jumat (1/7/2022), penggunaan sepeda motor yang memakai oli mobil akan menimbulkan efek yang merugikan. Bahkan, hal itu justru akan berpotensi menimbulkan kerusakan.
Oleh sebab itu, maka oli motor dan oli mobil memang dibedakan. Oli mesin motor dan mobil dibedakan karena pada umumnya dua jenis kendaraan tersebut memiliki perbedaan pada koplingnya.
Mobil memakai kopling berjenis kering, sehingga koplingnya tidak direndam di dalam oli. Sementara untuk motor, kopling pada umumnya terendam oleh oli. Maka, tingkat pelumasan pada oli menjadi salah satu faktor penentu dalam oli motor.
Ketika memakai oli untuk mobil sebagai pelumas pada sepeda maka akan berpotensi terjadi adalah slip kopling. Hal itu akan mengakibatkan performa motor jadi terganggu, dan muncul berbagai permasalahan mesin.
Jika sepeda motor melaju pada kecepatan tinggi, di tanjakan, atau membawa beban berat, maka akan menyebabkan gas terlambat karena terjadi slip di dalam kopling.
Oleh karena itu, sudah seharusnya pemilik kendaraan bijaksana dalam menggunakan oli khusus motor yang dapat menampung kinerja motor secara maksimal.
Pertama, kapasitas dan ukuran mesin mobil lebih besar jika dibandingkan dengan mesin motor. Mobil memiliki RPM atau putarannya tentu saja terlalu tinggi karena mesinnya lebih besar. Sementara pada sepeda motor yang mesinnya lebih kecil tentu, memiliki RPM yang lebih tinggi dan berefek pada putaran motor yang lebih tinggi. Maka dari itu, jenis pelumas juga harus dibedakan.
Alasan berikutnya adalah tingkat stress oli. Seperti yang sudah diketahui, putaran motor yang lebih tinggi membuat tingkat stress oli juga lebih tinggi. Sehingga sistem pendinginan mesin motor tidak sama seperti mobil.
Jika mobil menggunakan radiator untuk mendinginkan mesin, sedangkan sistem pendinginan motor ada dua, yaitu radiator dan angin. Dalam kondisi macet, motor yang menggunakan sistem pendingin angin akan membuat tingkat stress oli motor meningkat oleh karena itu, jenis oli mobil sebenarnya tidak cocok jika digunakan untuk motor.
Formulasi zat aditif pada oli sepeda motor dan mobil juga berbeda. Sebab, pada dasarnya oli mesin diciptakan sesuai dengan masing-masing fungsi dan kinerja kendaraan.
Dengan kata lain, anggapan mengenai performa sepeda motor akan lebih jika memakai oli mobil adalah tidak tepat. Cara memilih oli yang bagus untuk sepeda motor atau mobil adalah dengan menyesuaikan karakter serta kebutuhan kendaraan.
Editor: Komaruddin Bagja