Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Tiap Motor Listrik Nasional yang Mengaspal adalah 3 Kemenangan Sekaligus
Advertisement . Scroll to see content

Motor Listrik Bakal Dapat Insentif Besar, Ternyata Ini 3 Tujuan Utamanya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:14:00 WIB
Motor Listrik Bakal Dapat Insentif Besar, Ternyata Ini 3 Tujuan Utamanya
Pemerintah menyiapkan insentif besar bagi industri motor listrik nasional yang mampu memproduksi hingga satu juta unit di dalam negeri.  (Foto: Dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyiapkan insentif besar bagi industri motor listrik nasional yang mampu memproduksi hingga satu juta unit di dalam negeri. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat elektrifikasi transportasi sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik nasional.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan insentif tersebut akan diberikan kepada perusahaan Indonesia yang mampu mencapai target produksi motor listrik dalam jumlah besar.

"Hari ini kita umumkan, kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa memproduksi satu juta motor listrik di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," kata Prabowo dalam Pidato Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Kebijakan tersebut diumumkan setelah pemerintah meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). Program ini diharapkan dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Tiga Tujuan Insentif Motor Listrik

Prabowo menjelaskan, pemberian insentif tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, pemerintah ingin membuat harga motor listrik semakin terjangkau bagi masyarakat.

Peningkatan kapasitas produksi di dalam negeri diharapkan dapat menciptakan efisiensi sehingga harga kendaraan listrik lebih kompetitif. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan transportasi yang lebih terjangkau untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak.

Kedua, pemerintah ingin mengurangi konsumsi bahan bakar impor. Semakin banyak masyarakat menggunakan motor listrik, kebutuhan terhadap BBM diharapkan dapat ditekan sehingga ketergantungan terhadap energi impor ikut berkurang.

Tujuan ketiga adalah memperkuat industri motor listrik nasional beserta rantai pasoknya. Pemerintah ingin pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan jumlah unit yang beredar, tetapi juga memberikan dampak terhadap industri dalam negeri.

Rantai pasok tersebut mencakup industri baterai, komponen kendaraan, perangkat lunak, hingga layanan purnajual. Penguatan sektor-sektor tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih mandiri.

Dorong Lapangan Kerja

Peningkatan produksi motor listrik di dalam negeri juga diharapkan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Selain itu, kapasitas manufaktur nasional dapat berkembang seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik.

"Setiap motor listrik buatan Indonesia yang melaju di jalan raya adalah tiga kemenangan sekaligus: penghematan bagi keluarga, pengurangan impor energi, dan pekerjaan bagi anak bangsa," ujar Prabowo.

Target produksi hingga satu juta unit menjadi dorongan bagi perusahaan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik.

Melalui insentif tersebut, pemerintah berharap penggunaan motor listrik semakin luas. Pada saat yang sama, kebijakan ini diarahkan untuk menekan konsumsi BBM impor, memperkuat industri nasional, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut