Motor Listrik Yadea GT80 Diuji dari Gunung Bromo ke Madura, Tembus 182 Km
Variasi medan menjadi bagian penting dalam pengujian ini. Jalur pegunungan dengan perubahan ketinggian, lalu lintas antarkota, serta perjalanan menuju Madura memberikan gambaran mengenai kemampuan motor listrik dalam menghadapi kondisi berkendara yang berbeda.
Selain daya tahan baterai, pengujian Yadea GT80 mencakup kenyamanan saat melintasi berbagai kondisi jalan. Suspensi menjadi salah satu komponen yang mendapat perhatian selama perjalanan panjang tersebut.
Spesifikasi Yadea GT80
Dari sisi teknis, Yadea GT80 menggunakan motor listrik dengan daya kontinu 3.000 watt dan daya puncak 5.000 watt. Perbedaan kedua angka tersebut menunjukkan daya yang digunakan secara berkelanjutan dan daya maksimum yang dapat dicapai motor dalam kondisi tertentu.
Untuk mendukung pengendalian, GT80 dilengkapi rem cakram ganda dengan Combi Brake System (CBS). Sistem ini membantu mengoordinasikan pengereman roda depan dan belakang melalui mekanisme pengereman yang terhubung.
Motor listrik ini juga menggunakan suspensi hidraulis di bagian depan dan belakang serta ban berprofil lebar. Kombinasi komponen tersebut dirancang untuk menunjang stabilitas dan kenyamanan saat berkendara di beragam kondisi jalan.
Meski demikian, hasil pengujian jarak tempuh perlu dilihat berdasarkan kondisi perjalanan yang dilakukan. Kecepatan, beban pengendara, karakter medan, lalu lintas, dan gaya berkendara dapat memengaruhi konsumsi energi serta jarak tempuh kendaraan listrik.
Keberhasilan menempuh 182 kilometer dengan sisa baterai 12 persen menjadi hasil utama pengujian Yadea GT80 dalam tantangan tersebut. Pengujian ini memberikan gambaran mengenai kemampuan jarak tempuh motor listrik di jalan nyata, sekaligus menunjukkan pentingnya pengujian langsung untuk menilai performa baterai, sistem penggerak, pengereman, dan suspensi dalam perjalanan jarak jauh.
Editor: Dani M Dahwilani