Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyebab Ban Motor Matik Goyang, Kenali Masalah dan Cara Mengatasinya
Advertisement . Scroll to see content

Motor Matik Bunyi Berdecit dan Bergetar? Ini Penyebabnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:20:00 WIB
Motor Matik Bunyi Berdecit dan Bergetar? Ini Penyebabnya
Ada sejumlah penyebab membuat CVT motor matik mengeluarkan bunyi gredek, berdecit, atau menimbulkan getaran. (Foto: WMS)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Motor matik mengeluarkan bunyi gredek dan berdecit saat berjalan dan berakselerasi membuat pengendara khawatir. Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT).

CVT merupakan sistem transmisi otomatis yang mengatur rasio putaran mesin agar tenaga dapat disalurkan ke roda belakang secara optimal. Sistem ini membuat akselerasi motor matik terasa lebih responsif tanpa perlu perpindahan gigi secara manual.

Salah satu penyebab munculnya bunyi gredek dan getaran berasal dari kampas ganda serta mangkok kopling. Saat motor mulai bergerak, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi, mengatakan permukaan kampas atau mangkok kopling yang kotor, licin, maupun aus dapat membuat proses gesekan tidak berlangsung sempurna.

“Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis dilansir Senin (17/8/2026).

Ada sejumlah penyebab membuat CVT motor matik mengeluarkan bunyi gredek, berdecit, atau menimbulkan getaran.

1. Penumpukan debu

Debu sisa gesekan komponen dapat menumpuk di area CVT, termasuk pada mangkok kopling dan kampas ganda. Kondisi tersebut bisa mengurangi daya cengkeram kampas saat bekerja.

2. Mangkok kopling licin

Permukaan mangkok kopling yang terlalu mengilap atau mengalami glazing akibat panas berlebih dapat membuat gesekan dengan kampas ganda tidak optimal. Akibatnya, motor bisa terasa bergetar ketika mulai berakselerasi.

3. Kampas ganda aus

Kampas ganda yang terus mengalami gesekan lama-kelamaan akan menipis atau mengalami perubahan pada permukaannya. Jika sudah aus, kemampuan kampas dalam mencengkeram mangkok kopling ikut menurun.

4. V-Belt kering atau getas

V-Belt juga perlu diperhatikan karena menjadi salah satu komponen penting dalam penyaluran tenaga pada CVT. Kondisi V-Belt yang mulai aus, kering, getas, atau licin dapat menimbulkan bunyi berdecit dan mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin.

Cara Mencegah CVT Bermasalah

Untuk menjaga CVT tetap bekerja optimal, pemilik motor matik disarankan melakukan pemeriksaan dan pembersihan secara rutin. Area CVT dapat dibongkar dan dibersihkan dari debu maupun kotoran setiap sekitar 2.000-5.000 kilometer, atau disesuaikan dengan kondisi dan intensitas penggunaan kendaraan.

Selain pembersihan, komponen yang sudah mengalami keausan atau kerusakan juga perlu segera diganti. Kampas ganda dan V-Belt yang sudah aus, getas, atau rusak dapat memengaruhi kinerja CVT secara keseluruhan.

Perawatan berkala juga penting dilakukan agar kerusakan pada komponen CVT bisa diketahui lebih awal. Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menghindari kerusakan yang lebih serius sekaligus menjaga kenyamanan saat berkendara.

Head of TSD PT WMS, Benedictus F Maharanto mengatakan, masih banyak konsumen yang baru membawa motor ke bengkel setelah muncul bunyi gredek.

“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Karena itu, bunyi gredek, berdecit, atau getaran pada motor matik sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan ringan. Pemeriksaan CVT secara berkala di bengkel resmi dapat membantu memastikan kondisi kampas ganda, mangkok kopling, V-Belt, dan komponen lainnya tetap dalam kondisi baik.

Dengan perawatan CVT yang tepat, performa motor matik dapat tetap optimal, usia pakai komponen lebih panjang, dan risiko kerusakan yang lebih besar bisa diminimalkan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut