Penuh Tantangan, AISI Prediksi Penjualan Motor 6,7 Juta Unit di 2026
Dia mengatakan stabilnya pasar sepeda motor domestik tidak terlepas dari kemampuan industri dalam menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sejak awal tahun, AISI memproyeksikan penjualan berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, dan realisasinya menutup 2025 di angka 6.412.769 unit.
“Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Sigit.
Dari sisi segmen, data AISI menunjukkan skutik masih menjadi primadona pasar dengan kontribusi mencapai 91,7 persen dari total penjualan. Sementara itu, motor underbone (bebek) menyumbang 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, dan sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.
Sigit menambahkan, peran industri pembiayaan juga sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasar. Kondisi pendanaan yang relatif kuat dan sehat memberi kemudahan bagi konsumen untuk membeli sepeda motor. Sekitar 65 persen pembelian dilakukan secara kredit, sehingga industri pembiayaan menjadi support system penting dalam menopang pertumbuhan permintaan.
“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” kata Sigit.
Secara wilayah, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa mampu menutup penurunan penjualan di Pulau Jawa. Hasil komoditas dari daerah luar pulau yang positif menjadi penyeimbang pelemahan daya beli di Jawa, di mana beberapa sektor industri mengalami kesulitan hingga harus merumahkan karyawan.