Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perbedaan Rem ABS dan CBS pada Motor, Mana Lebih Aman untuk Harian?
Advertisement . Scroll to see content

Rem Motor Terasa Berbeda Setelah Perjalanan Jauh, Ini Penyebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 - 11:57:00 WIB
Rem Motor Terasa Berbeda Setelah Perjalanan Jauh, Ini Penyebabnya
Berbagai faktor dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman, mulai dari panas berlebih hingga keausan komponen selama perjalanan jauh. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling vital pada sepeda motor, terutama saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti touring, mudik, atau perjalanan antarkota. Namun, tidak sedikit pengendara yang merasakan perubahan pada performa rem setelah menempuh perjalanan panjang, mulai dari tuas rem yang terasa lebih dalam, muncul getaran, hingga daya pengereman yang menurun.

Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Berbagai faktor dapat memengaruhi kinerja sistem pengereman, mulai dari panas berlebih hingga keausan komponen yang terjadi selama perjalanan.

Dilansir dari laman Suzuki, salah satu penyebab paling umum adalah overheat atau panas berlebih pada sistem rem. Kondisi ini sering terjadi saat motor melintasi jalur pegunungan dengan turunan panjang dan curam. Kebiasaan menekan rem secara terus-menerus membuat gesekan antara kampas rem dan piringan cakram meningkat sehingga menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Akibatnya, efektivitas pengereman bisa menurun atau dikenal dengan istilah brake fade.

Masalah lain yang juga sering muncul adalah vapor lock. Kondisi ini terjadi ketika minyak rem mendidih akibat suhu yang terlalu tinggi dan menghasilkan gelembung udara di dalam sistem hidrolik. Gelembung udara tersebut membuat tekanan rem tidak tersalurkan secara maksimal sehingga tuas rem terasa kosong atau lembek saat ditekan. Dalam kondisi ekstrem, vapor lock dapat menyebabkan rem kehilangan fungsinya.

Selain itu, kampas rem yang sudah aus atau terlalu tipis juga dapat mengurangi kemampuan pengereman. Kampas rem yang menipis membuat daya cengkeram terhadap piringan berkurang sehingga pengendara harus menarik tuas rem lebih kuat untuk mendapatkan efek pengereman yang sama. Jika dibiarkan hingga habis, pelat besi di belakang kampas dapat bergesekan langsung dengan piringan cakram dan menyebabkan kerusakan yang lebih serius.

Minyak rem yang sudah lama tidak diganti juga menjadi faktor yang patut diwaspadai. Seiring waktu, minyak rem dapat menyerap uap air dari udara. Kandungan air tersebut membuat titik didih minyak rem menurun sehingga lebih mudah memicu vapor lock saat sistem pengereman bekerja keras. Karena itu, penggantian minyak rem secara berkala sangat penting untuk menjaga performa rem tetap optimal.

Kebocoran pada sistem pengereman juga bisa menyebabkan perubahan karakter rem setelah perjalanan jauh. Kebocoran dapat terjadi pada selang rem, seal kaliper, maupun sambungan di master rem. Jika volume minyak rem berkurang akibat kebocoran, tekanan hidrolik tidak dapat terbentuk secara sempurna sehingga rem terasa lembek dan kurang responsif.

Faktor lain yang kerap luput dari perhatian adalah penumpukan kotoran dan karat pada komponen rem. Debu, lumpur, serta pasir yang masuk ke area pengereman dapat mengganggu kinerja kampas dan piringan. Sementara itu, karat pada piston kaliper dapat membuat piston macet sehingga kampas rem tidak bekerja secara optimal atau justru terus menjepit piringan saat motor berjalan.

Untuk menghindari berbagai masalah tersebut, pengendara disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan ketebalan kampas rem masih dalam batas aman, volume minyak rem mencukupi, serta tidak terdapat tanda-tanda kebocoran atau kerusakan pada komponen pengereman lainnya.

Menjaga sistem rem tetap dalam kondisi prima bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi investasi penting untuk keselamatan di jalan. Perawatan rutin dan pemeriksaan berkala, risiko gangguan pengereman saat perjalanan jauh dapat diminimalkan sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut