Tahun Kuda Api, Fengshui: Hindari Warna Merah saat Imlek
Jika elemen api menjadi terlalu kuat, hal tersebut dipercaya dapat memicu emosi yang lebih mudah memuncak. Situasi ini berpotensi menimbulkan konflik dalam hubungan personal, tekanan dalam lingkungan kerja, hingga ketegangan dalam kehidupan sosial.
Alih-alih membawa keberuntungan, penggunaan warna merah secara berlebihan tahun ini disebut-sebut bisa memperbesar dampak negatif dari energi api. Sebab itu, sebagian praktisi astrologi Tionghoa menyarankan agar masyarakat lebih selektif dalam mengenakan atau mendominasi dekorasi dengan warna merah saat perayaan Imlek 2026.
Sebagai penyeimbang unsur api, warna-warna yang merepresentasikan elemen air dan stabilitas dinilai lebih cocok digunakan pada Tahun Kuda Api. Warna biru dan hitam menjadi pilihan utama karena melambangkan ketenangan, kebijaksanaan, serta kemampuan meredam emosi.
Selain itu, warna netral seperti putih, abu-abu, atau krem juga dapat menjadi alternatif aman. Warna-warna ini dianggap membantu menjaga keseimbangan energi serta menciptakan suasana yang lebih stabil.
Dalam prinsip lima elemen (Wu Xing), air memiliki sifat yang mampu mengendalikan api. Oleh sebab itu, penggunaan warna bernuansa air diyakini dapat mengurangi sifat panas, impulsif, dan agresif yang mungkin muncul sepanjang tahun ini.
Meski demikian, bukan berarti warna merah harus dihilangkan sepenuhnya dari perayaan Imlek. Penggunaannya bisa diminimalkan atau dipadukan dengan warna penyeimbang agar energi tetap harmonis.