Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BYD Akan Jadikan Pabrik di Subang Basis Produksi Dalam Negeri dan Ekspor
Advertisement . Scroll to see content

BYD Pesan 10 Kapal Raksasa, Bisa Angkut 92.000 Mobil Sekaligus

Selasa, 15 September 2026 - 20:25:00 WIB
BYD Pesan 10 Kapal Raksasa, Bisa Angkut 92.000 Mobil Sekaligus
BYD dilaporkan memesan 10 kapal berukuran besar dengan kapasitas masing-masing mencapai 9.200 unit setara mobil atau Car Equivalent Unit (CEU). (Foto: BYD)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - BYD dilaporkan memesan 10 kapal berukuran besar pengangkut mobil dengan kapasitas masing-masing mencapai 9.200 unit setara mobil atau Car Equivalent Unit (CEU). Jika terealisasi, penambahan tersebut akan memperbesar armada kapal BYD menjadi 18 unit dengan kapasitas gabungan lebih dari 130.000 CEU.

Laporan tersebut disampaikan publikasi maritim New Ships dan platform pelayaran Robin Assasfina. Namun, hingga laporan tersebut beredar, belum ada pengumuman resmi dari BYD maupun pihak galangan kapal mengenai nilai kontrak maupun pemesanan tersebut.

Kapal-kapal baru itu disebut akan dibangun oleh China Merchants Industry di galangan kapal Jinling dan Haimen. Pengiriman dijadwalkan berlangsung secara bertahap antara 2027 hingga 2029.

Kapal yang dipesan merupakan Pure Car and Truck Carrier (PCTC), yakni kapal khusus pengangkut kendaraan. Kapasitasnya menggunakan satuan CEU sehingga angka 9.200 tidak berarti seluruh kapal akan selalu mengangkut tepat 9.200 kendaraan, karena ukuran dan jenis kendaraan yang dibawa dapat memengaruhi kapasitas aktual.

Jika 10 kapal tersebut benar-benar masuk dalam armada BYD, kapasitas angkutnya akan bertambah sekitar 92.000 CEU. Dengan demikian, total kapasitas armada kapal BYD akan melampaui 130.000 CEU.

BYD sendiri telah menyelesaikan armada awal yang terdiri atas delapan kapal pengangkut kendaraan. Kapal terakhir, BYD Jinan, mulai beroperasi pada September 2025.

Delapan kapal tersebut terdiri atas BYD Jinan, Explorer No. 1, BYD Hefei, BYD Changzhou, BYD Shenzhen, BYD Xi'an, BYD Changsha, dan BYD Zhengzhou.

Seluruh kapal menggunakan sistem Roll-on/Roll-off (RoRo), sehingga kendaraan dapat masuk dan keluar kapal dengan dikemudikan, tanpa harus ditempatkan di dalam kontainer. Kapasitas kapal-kapal BYD yang sudah beroperasi berada di kisaran 7.200 hingga 9.000 mobil, tergantung jenis kapalnya.

Pengembangan armada tersebut berlangsung cukup cepat. Explorer No. 1, kapal pertama, diserahkan kepada BYD pada Januari 2024. Kapal yang dibangun CIMC itu kemudian diserahkan kepada perusahaan pelayaran Zodiac Maritime dan disewa BYD.

Atas delapan kapal yang sudah beroperasi, kapasitas ekspor BYD sebelumnya diperkirakan dapat mencapai sekitar 1 juta kendaraan per tahun. Jika tambahan 10 kapal terealisasi, kapasitas ekspor perusahaan diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 2,5 juta kendaraan per tahun.

Namun, angka tersebut merupakan estimasi kapasitas dan bukan jumlah kendaraan yang pasti akan diekspor setiap tahun. Penggunaan kapal juga bergantung pada rute, jadwal pelayaran, jenis kendaraan, serta tingkat utilisasi armada.

Ekspansi Ekspor hingga Thailand

Operasi logistik laut BYD tidak hanya digunakan untuk mengangkut kendaraan dari China. Perusahaan juga mulai memanfaatkannya untuk mendukung ekspor kendaraan yang diproduksi di luar China.

Pada September 2025, BYD Zhengzhou dilaporkan mengangkut kendaraan setir kanan dari pabrik BYD di Thailand menuju Inggris. Pengiriman tersebut menjadi ekspor kendaraan BYD pertama dari fasilitas produksi Thailand ke Inggris.

Thailand menjadi salah satu basis produksi penting BYD di kawasan Asia Tenggara. Produksi dari negara tersebut juga memberikan keuntungan dalam menghadapi kebijakan tarif Uni Eropa terhadap kendaraan listrik yang diproduksi di China.

Sebagai informasi, Uni Eropa sebelumnya mengenakan tarif tambahan terhadap mobil listrik buatan China setelah penyelidikan subsidi. BYD dikenai bea tambahan 17 persen di luar tarif impor standar 10 persen.

Ekspor BYD Melonjak

Ekspansi armada kapal BYD berlangsung ketika aktivitas ekspor perusahaan menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Menurut Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), BYD mengekspor sekitar 184.000 kendaraan penumpang dari China pada Agustus 2026. Angka tersebut melonjak 131 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat sekitar 6 persen dibandingkan Juli 2026.

Ekspor BYD pada Agustus menyumbang sekitar 35,4 persen dari total ekspor kendaraan penumpang energi baru China. Kategori tersebut mencakup kendaraan listrik berbasis baterai maupun plug-in hybrid.

Secara kumulatif, ekspor kendaraan BYD dari China sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 1,127 juta unit. Angka tersebut meningkat 88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Pertumbuhan ekspor tersebut kontras dengan kondisi penjualan BYD di pasar domestik China. Pada Agustus 2026, merek BYD dilaporkan hanya membukukan penjualan sekitar 184.000 kendaraan di pasar China, turun 35 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.

Dalam delapan bulan pertama 2026, penjualan merek BYD di pasar domestik China mencapai sekitar 1,15 juta kendaraan, atau turun 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat ekspansi pasar internasional menjadi semakin penting bagi BYD. Penambahan armada kapal pengangkut kendaraan, jika laporan tersebut benar dan seluruh unit mulai beroperasi sesuai jadwal, akan memberikan perusahaan kapasitas logistik yang lebih besar untuk memperluas distribusi kendaraan ke berbagai pasar global.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut