Dijejali 4.000 Pengunjung, Ajang Otomotif di California Jadi Klaster Covid-19

Dani M Dahwilani · Kamis, 08 Oktober 2020 - 07:41:00 WIB
Dijejali 4.000 Pengunjung, Ajang Otomotif di California Jadi Klaster Covid-19
Ribuan orang berkeliaran dan menjejalkan kendaraan ke tempat parkir tanpa protokol kesehatan dalam acara otomotif di California. (Foto: Carscoops)

LOS ANGELES, iNews.id - Pandemi Covid-19 telah membatalkan banyak pameran otomotif di dunia. Namun, acara kecil-kecilan di sejumlah daerah tetap hidup untuk menampung antusiasme penggemar.

Salah satunya pameran otomotif lokal di California, Amerika Serikat (AS) yang diselenggarakan Loma Linda University Chruch. Acara tersebut berlangsung pada akhir pekan untuk acara amal bagi tunawisma.

Penyelanggara memproyeksikan peserta hanya diikuti puluhan mobil dan pengunjung tetap berada di dalam kendaraan. NBC Los Angeles melaporkan acara tersebut jauh melibihi ekspektasi.

Departemen Sherif County San Bernardino memperkirakan 3.000 hingga 4.000 orang hadir dalam acara tersebut. Ini jauh dari rencana awal dan orang tidak tinggal di mobil seperti yang direncanakan.

Ribuan orang berkeliaran dan menjejalkan kendaraan ke tempat parkir tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Keadaan menjadi sangat buruk sehingga pejabat setempat menyatakan acara tersebut berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Bahkan, event ini menimbulkan kemacetan parah. Banyak masyarakat yang tidak bisa ke rumah sakit akibat kesemrawutan acara tersebut.

“Kami mendapat telepon dari beberapa orang yang pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan medis, dan mereka tidak bisa ke sana karena ada kemacetan lalu lintas," ujar Deputi Sheriff Olivia Bozek.

Pameran mobil itu akhirnya ditutup pihak berwenang. Penyelenggara pun menyampaikan permintaan maaf. "Kami meminta maaf telah mempersulit pekerjaan rumah sakit, keamanan kampus, departemen sherif, dan kehidupan tetangga kami."

“Kami gagal mengantisipasi acara berkembang jauh melebihi apa yang kami rencanakan. Kami masih memproses detailnya untuk lebih memahami bagaimana ini terjadi sehingga hal seperti ini tidak akan terulang lagi," kata penyelenggara dalam pernyataannya.

Editor : Dani M Dahwilani