Efek New Normal bagi Industri Otomotif Indonesia, Ini yang Ditunggu Daihatsu

Riyandy Aristyo ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 18:45 WIB
Efek New Normal bagi Industri Otomotif Indonesia, Ini yang Ditunggu Daihatsu

Efek kebijakan New Normal di industri otomotif bisa dilihat dari dua sisi, yakni layanan purnajual dan penjualan unit baru (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - New Normal yang akan diterapkan pemerintah pasca-pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi perhatian banyak pihak. Lantas, apa efeknya bagi industri otomotif dalam negeri?

Marketing and CR Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, kebijakan New Normal di industri otomotif bisa dilihat dari dua sisi, yakni layanan purnajual dan penjualan unit baru.

"Menurut saya, dilihat dari sisi layanan purnajual, akan menguntungkan dua belah pihak. Bagi pemilik kendaraan bisa leluasa datang ke bengkel untuk perbaikan dan perawatan mobilnya dari bengkel juga menguntungkan karena akan mendapatkan income," ujarnya, saat dihubungi iNews.id, Jumat (29/5/2020).

Sementara dari sisi penjualan atau sales unit baru, menurut Hendra, belum tentu mengalami kenaikan karena masih harus beradaptasi dan melihat pangsa pasar nanti seperti apa.

"Kalau dari sisi penjualan unit, belum tentu serta merta akan terjadi kenaikkan. Tergantung dari apakah akan ada kenaikkan market atau pasar otomotif di periode relaksasi tersebut atau tidak," katanya.

Kendati demikian, ADM tetap mendukung dan mentaati kebijakan pemerintah. "Pada dasarnya Daihatsu mendukung jika kebijakan tersebut akan diimplementasikan oleh pemerintah," ujar Hendra.

Dukungan Daihatsu akan diimplementasikan dengan mengikuti protokol kesehatan yang diatur pemerintah, baik di kantor maupun di outlet-outlet Daihatsu mulai dari pelayanan showroom maupun bengkel.

"Kami berharap dengan adanya kebijakan New Normal nanti, dapat meningkatkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, yang pada gilirannya juga dapat meningkatkan kembali pasar otomotif Indonesia," kata Hendra. 

Editor : Dani Dahwilani