Ekspansi, Sany Rambah Pembiayaan Alat Berat di Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Raksasa kendaraan alat berat dan mesin konstruksi asal China, Sany Group, ekspansi di Indonesia merambah sektor pembiayaan. Melalui PT Sany Indonesia Finance, perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan atau net booking mencapai Rp1,5 triliun pada 2027.
CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda mengatakan, perolehan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi langkah penting untuk memperluas bisnis Sany di Indonesia. Kehadiran perusahaan pembiayaan ini diharapkan memperkuat ekosistem bisnis Sany di Indonesia, khususnya untuk mendukung kebutuhan industri alat berat dan mesin konstruksi.
“Perolehan izin usaha dari OJK menjadi langkah penting bagi Sany Indonesia Finance untuk memperkuat kehadiran kami di Indonesia. Kami berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang mendukung kebutuhan pelanggan dan mitra bisnis, khususnya di sektor alat berat dan konstruksi,” ujar Bryan dalam konferensi pers di Royal Glasshouse, Park Hyatt Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, salah satu kekuatan perusahaan adalah keterhubungannya dengan ekosistem bisnis Sany Group. Peningkatan penjualan produk Sany di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada 2026, dinilai membuka peluang bagi perusahaan mengembangkan pembiayaan.
“Kami melihat performa Sany Group dari sisi penjualan cukup meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya tahun ini. Kami sudah bisa melihat potensinya, dan potensi ini mungkin belum bisa dinikmati oleh perusahaan pembiayaan lain,” katanya.
Bryan menambahkan, perusahaan juga memiliki akses informasi terkait unit yang dibiayai. Hal ini dinilai membantu perusahaan memahami karakteristik produk sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan pelanggan.
Keterhubungan dalam satu ekosistem bisnis turut membuka peluang cross-selling, yakni menawarkan produk atau layanan lain dalam grup kepada nasabah yang sudah ada.
Dari sisi target bisnis, Sany Indonesia Finance menggunakan nilai pembiayaan yang disalurkan sebagai indikator utama, bukan jumlah unit yang dibiayai. Pendekatan ini mempertimbangkan perbedaan karakteristik dan nilai pembiayaan setiap produk.
Perusahaan menargetkan net booking sekitar Rp1,5 triliun pada 2027. Sementara itu, target jangka menengah dan panjang belum ditetapkan untuk dipublikasikan karena masih menunggu pembahasan dan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sementara itu, President Commissioner PT Sany Indonesia Sanjay Ramchand mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi Sany Group. Kehadiran perusahaan pembiayaan tersebut diharapkan memperluas dukungan bagi pelanggan dan mitra bisnis sekaligus mendorong perkembangan industri alat berat dan konstruksi.
“Indonesia merupakan pasar penting bagi Sany Group. Melalui kehadiran PT SANY Indonesia Finance, kami berharap dapat memperkuat dukungan bagi pelanggan dan mitra bisnis serta berkontribusi terhadap pertumbuhan industri alat berat dan konstruksi di Indonesia,” ujar Sanjay.
Selain alat berat dan kendaraan konvensional, perusahaan juga membuka peluang pembiayaan untuk kendaraan berteknologi hybrid, listrik atau electric vehicle (EV), hingga kendaraan berbasis hidrogen. Namun, produk kendaraan berbasis hidrogen yang dimaksud belum tersedia di Indonesia.
Dia menybutkan cakupan pembiayaan juga berpotensi menjangkau sektor energi terbarukan, termasuk panel surya. Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya SANY memperluas layanan pembiayaan seiring perkembangan kebutuhan industri dan teknologi di Indonesia.
Editor: Dani M Dahwilani