Grab Catatkan 3,7 Juta Driver sejak 2015, Naungi Banyak Korban PHK
JAKARTA, iNews.id – Grab Indonesia mencatat jumlah mitra driver yang terdaftar sejak 2015 mencapai 3,7 juta orang. Namun, hanya sekitar 700.000 hingga 800.000 mitra atau sekitar 19–20 persen yang aktif bekerja per satu bulan tertentu.
Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan mitra driver Grab memiliki karakteristik berbeda dengan sektor formal. Perbedaan utamanya terletak pada fleksibilitas waktu dan kemudahan bergabung bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan utama maupun sampingan.
"Fleksibilitas ini menjadi bantalan sosial yang responsif, terutama bagi mereka yang tidak lagi bekerja di sektor formal," ujar Neneng dalam press conference di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
"Model ini membuka peluang bagi individu untuk tetap produktif dan memperoleh penghasilan di era digitalisasi yang terus berkembang," katanya.
Neneng menuturkan fenomena ini dimulai pada 2015 saat Grab meluncurkan platformnya di Indonesia. Sejak itu, Grab menjadi solusi bagi banyak orang yang terdampak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), terutama ketika terjadi krisis ekonomi atau perubahan sektor pekerjaan.
"50 persen mitra kami berasal dari kalangan yang terdampak PHK. Grab menjadi bantalan sosial yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap berpenghasilan, bahkan mandiri secara finansial," kata Neneng.
Lebih jauh, dia mengungkapkan lebih dari 60 persen mitra driver Grab berusia di atas 36 tahun, dengan sebagian besar berusia di atas 45 tahun. Untuk pendidikan, sekitar 69 persen mitra Grab memiliki pendidikan terakhir tingkat SMA, sementara 30 persen lainnya berpendidikan di atas SMA.