Harga Oli Mobil dan Motor Bisa Terus Naik, Produsen Mulai Kencangkan Ikat Pinggang
Produsen pelumas Top 1 menjadi salah satu yang merasakan dampaknya. Head of Sales Division Top 1, Rahman Rahadian mengatakan penyesuaian harga sulit dihindari di tengah kondisi geopolitik saat ini.
“Terkait kondisi geopolitik, penyesuaian harga tentu tidak bisa dihindari sayangnya. Jadi karena selain harga juga terjadi kelangkaan dalam bahan baku,” kata Rahman.
Meski demikian, pihaknya masih optimistis kondisi pasar dapat terkendali hingga akhir tahun. “Prediksi kita sih mudah-mudahan sampai akhir tahun tidak ada satu hal yang bisa membuat sampai kita khawatir,” ujarnya.
Rahman mengungkapkan, kenaikan harga pelumas yang sudah diterapkan saat ini berada di kisaran 15 persen. Namun, dalam satu hingga dua bulan ke depan, kenaikan tambahan diperkirakan masih akan terjadi dan bahkan bisa melampaui 20 persen.
“Saat ini kenaikan yang sudah diberikan di angka sekitar 15 persen. Tapi kemungkinan besar dalam 1-2 bulan ke depan kita harus meningkatkan sekitar 15 sampai 20 persen lagi,” ucapnya.