Heboh, Karoseri Laksana Dapat Pesanan 1.000 Unit Bus dari Bangladesh
“Di Fiji memang ada perubahan standar emisi, di sana harus menggunakan mesin yang emisi gas buangnya sudah Euro 4. Sedangkan di Indonesia belum tersedia, maka dari itu kita kemudian coba cari negara lain untuk bisa ekspor. Setelah itu kita ketemu negara Bangladesh. Di Bangladesh itu kita ekspor dimulai di tahun 2019, 2021, dan 2022,” ujarnya.
Meski mendapat pesanan sampai ribuan unit bus, Stefan mengatakan saat ini karoseri Laksana baru bisa mengekspor sebagian permintaan. Permintaan yang tinggi di Indonesia, serta pandemi Covid-19 menjadi penyebab tersendatnya proses ekspor.
“(Total) yang diekspor sekarang sekitar 220 unit. Saat ini ya, memang kemarin dengan adanya pandemi itu kan memang mempengaruhi industri bus, nggak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia,” kata Stefan.
“Jadi kami vakum pada 2021 satu 2022. Nah baru di 2023 ini memang kita lagi menggodok lagi. Saat ini pun kita juga ada beberapa bus yang sedang kita produksi untuk kita mungkin akan ekspor dalam waktu dekat,” ujarnya.
Untuk mengekspor bus utuh, Stefan mengungkapkan ada tantangan tersendiri karena regulasi keselamatan di Indonesia dan negara lain berbeda. Tetapi, itu bukan menjadi masalah besar bagi karoseri Laksana yang terus meng-update teknologi.