Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BYD Siapkan Sealion 06 EV Jarak Tempuh 710 Km, Apa Akan Diboyong ke Indonesia?
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Optimistis ASEAN Jadi Tujuan Utama Investasi Kendaraan Listrik

Senin, 21 Agustus 2023 - 20:25:00 WIB
Indonesia Optimistis ASEAN Jadi Tujuan Utama Investasi Kendaraan Listrik
Pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) Meeting - AIA (ASEAN Investment Area) Council di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (20/8/2023). (Foto: bkpm)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id– Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyepakati pembentukan ekosistem kendaraan listrik bersama. Ini perlu dilakukan oleh sejumah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Hal tersebut disampaikan dalam Pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) Meeting - AIA (ASEAN Investment Area) Council di Semarang, Jawa Tengah. Bahlil menyampaikan bahwa ASEAN harus terus meningkatkan capaiannya terkait pengembangan EV.

Terlebih, pada 2022, investasi dunia terkait dengan EV di ASEAN meningkat tajam hingga 570 persen mencapai 18 miliar dolar AS atau setara Rp275 triliunan. Namun, Bahlil mengingatkan pentingnya untuk merumuskan formulasi bersama untuk pengembangan ekosistem EV di ASEAN.

“Kami juga menyepakati pentingnya melakukan satu formulasi untuk pembangunan ekosistem energi baru terbarukan. Kemudian menurunkan emisi, dan perlu melakukan penekanan terhadap ekosistem mobil listrik ini menjadi satu bagian terpenting,” kata Bahlil dalam siaran pers-nya.

“Karena Indonesia mengembangkan sendiri, Malaysia sendiri, Vietnam, Thailand, hampir semua negara sedang mengembangkan ekosistem EV. Dan ini adalah bagian terpenting yang kita rumuskan,” ujar Bahlil.

Kawasan ASEAN terbukti menjadi tujuan utama investasi pengembangan ekosistem EV. Itu terlihat di hampir semua negara anggota ASEAN telah memiliki program untuk mengembangkan EV.

Ditambah lagi, 10 produsen kendaraan listrik global teratas menanamkan investasinya di kawasan ASEAN. Sementara sembilan dari 10 produsen baterai listrik juga aktif berinvestasi di kawasan ASEAN.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Investasi, Deputi Direktur Jenderal Badan Investasi Asing, Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam Nguyen Anh Tuan. Ia mengungkapkan sangat potensial bagi negara anggota ASEAN bersama-sama mengembangkan ekosistem EV.

Nguyen menyampaikan perlunya solidaritas dan kolaborasi yang efektif dalam mengembangkan sektor potensial seperti EV. Hal ini dilakukan agar bisa secara positif memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa ASEAN mampu menjadi daerah yang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Saya sepenuhnya setuju dengan Ketua bahwa untuk menarik FDI dan juga untuk mengembangkan sektor potensial seperti kendaraan listrik. Kita tidak bisa melakukannya sendiri, kita perlu bekerja sama,” ujar Nguyen.

Editor: Ismet Humaedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut