Ini Bengkel yang Permak Bus-bus Andalan PO MTI Milik Rian Mahendra
JAKARTA, iNews.id- Terjawab sudah bengkel yang bertugas mempermak bus-bus bekas andalan PO Mahendra Transport Indonesia (MTI) milik Rian Mahendra. Bengkel tersebut ternyata milik dari PO Batu Mukti Putra di Sidomulyo, Godean, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di bengkel milik PO Batu Mukti Putra itu, PO MTI menyerahkan dua bus bekas yang sebelumnya dimiliki oleh PO Sembodo. Kedua bus bekas tersebut hingga kini masih dalam proses pengecetan ulang guna menampilkan livery khas PO MTI.
Diketahui PO Batu Mukti Putra merupakan perusahaan otobus yang melayani rute Yogyakarta ke Jakarta dan wilayah Sumatra. PO ini awalnya adalah bus pariwisata yang banyak melayani perjalanan wisata di sekitaran Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Seiring waktu dengan meningkatnya permintaan, PO yang berasal dari Godean itu kemudian melayani perjalanan bus AKAP menuju pulau Sumatra.
Beberapa tujuan yang paling banyak dipilih oleh penumpang adalah Lampung, Palembang, Jambi, dan Pekanbaru.

Nah, armada bus PO Batu Mukti Putra umumnya menjalani perawatan di bengkel milik mereka sendiri. Bengkel tersebut memiliki lahan yang cukup luas untuk menampung puluhan bus.
Beberapa perawatan bus dilakukan di bengkel tersebut. Termasuk penggantian cat bus yang kini dijalani oleh dua bus milik PO MTI.
Rian Mahendra sebelumnya mengatakan armada bus PO MTI memang bus-bus bekas. Hanya saja kondisinya masih prima.Bus-bus tersebut menurutnya terlebih dulu harus menjalani pengecatan ulang guna tampil dengan livery khas PO MTI.
Dia mengaku tetap percaya diri memiliki bus bekas. Dia yakin bus-bus bekas tersebut tetap bisa membantu dirinya untuk melayani masyarakat dengan bus.

Apalagi bukan kali ini saja dia berurusan dengan bus-bus bekas. Dulu saat masih berada di PO Haryanto, ayahnya justru pernah menguji dirinya dengan bus bekas.
"Dulu saat bus-bus Super Eksekutif ada dan banyak PO pakai bus-bus Scania. Pak Haji justru kasih saya AK (Hino-red) yang tidak pakai AC. Saya santai saja," terang Rian Mahendra baru-baru ini.
Editor: Ismet Humaedi