Kenapa Bus Dipasang Nama Sesuai dengan Julukan Pengemudi yang Pegang
JAKARTA, iNews.id - Kenapa bus dipasang nama sesuai dengan julukan pengemudi yang pegang? Hal tersebut menjadi tanda tanya. Ternyata ada banyak macam kebiasaan yang dilakukan perusahaan otobus (PO) di Indonesia.
Salah satunya yang sangat unik adalah memberikan nama atau julukan bus sesuai dengan julukan sopir yang menahkodainya. Lantas mengapa ini dilakukan? Apa alasannya? Untuk menjawabnya, simak paparan berikut ini.
Melansir dari berbagai sunber, penamaan bus sesuai dengan julukan pengemudi dilakukan agar bus lebih mudah dikenal oleh penumpang, mengingat armada bus sendiri jumlahnya sangatlah banyak di jalanan.
Selain itu, identitas bus berupa julukan juga berguna agar penumpang tidak tertukar menaiki bus ketika berada di tempat makan, terminal atau tempat pemberhentian lainnya. Mereka hanya tinggal melihat julukan bus tanpa berlarut dalam kebingungan.
Julukan bus sesuai dengan julukan sopir yang menahkodainya juga menjadi pelampiasan ekspresi sang sopir. Seperti diketahui bersama, setiap orang pasti ingin eksis dikenal dan tidak sedikit juga sopir yang menganggap bus yang dikendarainya sebagai teman hidup.
Sebagai ungkapan kecintaan sang sopir dengan armad ayang dikendarainya, maka tidak jarang ada banyak bus yang punya nama julukan unik. Biasanya julukan ini terpampang di kaca depan bagian atas dengan ukuran yang cukup besar.
Sebenarnya identias bus tidak hanya berupa julukan saja, tapi juga bisa dilihat dari nomor pintu. Salah satu PO yang melakukan kebiasaan ini adalah PO asal Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatra Utara, Antar Lintas Sumatera (ALS).
Nomor pintu di ALS bisa dijadikan tolak ukur untuk mengetahui siapa pemilik dari armada tersebut. Nomor ujung 1 dimiliki oleh Keluarga Alm. Haji Sati Lubis atau Orang Tua dari Direktur utama PT ALS dan ujung 3 Milik Alm. H. Rasyad Nasution.
Sementara nomor ujung 5 milik Japarkayo Hasibuan, ujung 7 Milik Keluarga Alm. Haji M. Arief Lubis, ujung 8 milik Alm.H.Abdul Wahab Lubis dan Alm.H. Hasbullah Lubis, Ujung 9 dan 0 Milik Alm. Nursewan Lubis dan Alm. Rangkuti.
Namun seiring berjalannya waktu, kepemilikan bus tersebut dikelola pula oleh generasi-generasi kedua dan Ketiga dari pemilik. Contoh: Bus ALS nomor pintu 311. Angka terakhirnya ialah angka 1, sehingga kepemilikan armada ini berada pada dirut ALS saat ini.
Editor: Dyah Ayu Pamela