Kisah Pemilik PO Jaya Utama, Dibangun Seorang Ibu dari Jualan Susu di Pinggir Jalan Kini Punya Puluhan Bus
JAKARTA, iNews.id - Bagi masyarakat Kota Surabaya dan Semarang, tentu tidak asing lagi dengan Perusahaan Otobus (PO) Jaya Utama. Bus ekonomi ini telah melegenda bertahan lebih dari 40 tahun.
Banyak yang penasaran siapa pendiri PO Jaya Utama? Po bus tersebut ternyata didirikan seorang ibu bernama Ratna Candrawati pada 1975.
Ini diungkapkan Bryandave Sutjitro, generasi ketiga PO Jaya Utama di kanal YouTube PerpalZ TV. Dia menuturkan, saat itu sang nenek Ratna menjalani usaha jualan susu di pinggir jalan. Kemudian saudaranya (pemilik PO bus Eka) menyarankan bergelut di usaha transportasi bus.
"Pada awalnya membuka treyak Surabaya-Banyuwangi namun gagal. Akhirnya mencoba membangun trayek bus Surabaya-Solo, namun persaingan ketat. Kemudian membuka trayek Surabaya-Semarang," ujar Bryan.
Meski gagal beberapa kali, dia mengungkapkan, sang nenek tidak pantang menyerah. Saat itu, bus yang digunakan bermacam-macam ada Mitsubishi, Mercedes-Benz dan Hino. Namun, ini merepotkan dalam perawatan karena sparepart terlau banyak akhirnya memilih sasis Hino.
"Usaha dikontrol sendiri Mak (nenek) ke lapangan sampai 2002. Berkerja sendirian kemudian didampingi ayah." kata Bryan.
Kini, PO Jaya Utama dilanjutkan Bryan sebagai generasi ketiga. Memasuki tahun kedua terjun di dunia bus, dia sudah memiliki visi membenahi manajemen terutama operasional perusahaan. Untuk mengurangi down-time setiap unit bus harus diperiksa kesiapannya dan maintanance lebih detail.
"Saya oranganya rapi. Ada beberapa yang diubah terutama dalam operasional. Ketika bus masuk harus bagaimana, terutama maintenance jangan sampai bus masuk turun mesin," katanya.
Bryan menyebutkan, untuk pelayanan maksimal perusahaan harus meminimalkan kerusakan armada dengan menerapkan standar perawatan yang kuat dan tepat.
