Mengintip Pasar Otomotif di Kawasan Zona Perdagangan Bebas Batam
JAKARTA, iNews.id - Perkembangan pasar otomotif di Batam menunjukkan dinamika yang berbeda. Sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) alias zona perdagangan bebas, Batam memiliki karakteristik pasar yang unik dengan daya beli masyarakat adaptif terhadap tren global.
Kota Batam saat ini semakin berkembang didorong oleh pertumbuhan ekonomi kawasan industri, logistik, dan perdagangan lintas negara. Hal ini menjadikan Batam menjadi salah satu pasar otomotif yang potensial sejalan dengan pertumbuhan investasi dan aktivitas industri yang terus menguat.
Tak heran jika banyak produsen otomotif dan perusahaan pembiayaan kendaraan ekspansi di kawasan ini. Seperti yang dilakukan ACC. Perusahaan pembiayaan ini menggelar pameran mobil Carnival Batam pada 11-12 Juli 2026.
Branch Manager ACC Batam Reinard Exelio Yuwantoputra mengatakan event ini merupakan dukungan perusahaan kepada dealer-dealer otomotif dalam mendorong penjualan kendaraan di kota Batam dan sekitarnya.
"Ajang ini diramaikan Toyota, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Suzuki. Ada juga Setir Kanan bagi masyarakat yang ingin membeli mobil bekas dan hadir juga mitra asuransi kendaraan dari Garda Oto," ujarnya dalam keterangan pers Sabtu (11/7/2026)..
Reinard menegaskan event ini merupakan one stop shopping yang memudahkan masyarakat Batam dan sekitarnya untuk memiliki kendaraan.
“Kami berkolaborasi dengan dealer-dealer otomotif Batam sehingga masyarakat tinggal datang ke satu tempat sudah bisa memilih kendaraan dari berbagai tipe yang ditawarkan. Tentunya kami berharap lewat event ini masyarakat Batam dengan mudah dapat mengakses produk dan layanan pembiayaan ACC dengan program menarik,” katanya.
Dalam Carnival Batam disiapkan pula fasilitas test drive mobil yang dipamerkan sehingga pengunjung dapat dicoba langsung mobil impiannya sebelum membeli.
Di sisi lain, zona perdagangan bebas di pasar otomotif di Batam memiliki dampak yang sangat signifikan, baik bagi produsen, konsumen, maupun industri lokal. Secara umum, perdagangan bebas berarti dihilangkannya hambatan tarif (pajak impor) dan non-tarif (kuota, regulasi yang dipersulit) antarnegara.
Editor: Dani M Dahwilani