Penjualan Turun akibat Covid-19, Daihatsu Raih Market Share 17,9 Persen

Dani M Dahwilani ยท Rabu, 15 April 2020 - 17:29 WIB
Penjualan Turun akibat Covid-19, Daihatsu Raih Market Share 17,9 Persen

Penjualan Daihatsu pada Januari-Maret 2020, retail sales 39.186 unit dengan raihan market share 17,9 persen dari volume retail sales nasional 219.361 unit.(Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Daihatsu merilis angka penjualan pada kuartal pertama 2020. Penjualan Daihatsu pada Januari–Maret 2020, retail sales 39.186 unit dengan raihan pangsa pasar (market share) 17,9 persen dari volume retail sales nasional 219.361 unit.

Sementara whole sales, Daihatsu meraih 48.113 unit dengan pangsa pasar 20,3 persen dari volume whole sales nasional 236.825 unit. Dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya penjualan Daihatsu turun. Di mana retail sales Daihatsu tahun lalu sebanyak 47.490 unit dan whole sales 50.699 unit.

“Kami bersyukur kondisi penjualan hingga Q1, Daihatsu masih dapat mempertahankan market share di kisaran 17 persen. Untuk selanjutnya, keadaan akan lebih menantang dan tidak mudah, karena dampak negatif dari pandemi Covid-19 ke perekonomian Indonesia dan global,” ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra dalam keterangan persnya kepada iNews.id, Rabu (15/4/2020).

Penjualan retail sales Daihatsu periode Q1 selama 3 bulan hingga Maret tetap didominasi Sigra dengan 11.522 unit, berkontribusi sebesar 29,4 persen. Kemudian, diikuti Gran Max (PU) 7.833 unit (20,0 persen), dan Terios 6.240 unit (15,9 persen). Kemudian disusul oleh Ayla mencapai 4.604 unit (11,7 persen), Xenia 4.573 unit (11,7 persen), dan Gran Max (MB) 3.394 unit (8,7 persen). Untuk model Daihatsu lainnya, yakni Luxio dan Sirion, mencapai 1.020 unit (2,6 persen).

Sebagaimana diketahui, saat ini Daihatsu menerapkan peraturan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menghentikan produksi sementara dan seluruh outlet dan bengkel resmi di Jakarta dengan meminta seluruh karyawan tetap tinggal di rumah untuk menghindari risiko terinfeksi Covid-19 sejak 10 April 2020.

Editor : Dani Dahwilani