Perjuangan PO Subur Jaya Hadapi Pandemi Covid-19, Tiarap 2 Tahun Kini Bangkit Kembali
JAKARTA, iNews.id – Salah satu sektor yang paling terdampak saat terjadi pembatasan sosial akibat pademi Covid-19 adalah perusahaan otobus (PO). Ini dirasakan perusahaan bus pariwisata PO Subur Jaya.
Pemilik PO Subur Jaya, Agus Tjahyana menuturkan, momen terberat saat dipaksa “tiarap” saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia dua tahun lalu. Saat itu, dia berusaha keras mempertahankan perusahaan agar tidak jatuh akibat aktivitas sektor wisata di Indonesia dihentikan.
Namun, Agus menyadari hal tesebut perlu dilakukan agar tidak memperluas penyebaran virus Covid-19. Di sisi lain, pandemi hampir mematikan usahanya, mengingat ada banyak karyawan yang harus dibayar upahnya dan armada bus yang perlu dilakukan perawatan secara rutin.
“Saat pandemi pastinya kami sangat merasakan dampaknya. Pariwisata tidak jalan sama sekali, mau tidak mau kami harus berhenti total,” kata Agus kepada juranlis iNews.id.
“Kami berusaha bertahan sekuat mungkin. Selama pandemi kami jug hanya perlu melakukan perawatan dan memeriksa armada bus kami,” ujarnya.
Sekadar informasi, PO Subur Jaya memiliki puluhan armada bus yang membutuhkan biaya perawatan tidak sedikit, meski kendaraan tidak beroperasi. Ini dilakukan untuk memastikan bus tetap dalam kondisi prima ketika dibutuhkan.
PO bus asal Rembang, Jawa Tengah itu akhirnya mampu bertahan dan mulai beroperasi kembali setelah pandemi Covid-19 pulih. “Untuk saat ini di sektor pariwisata sudah mulai bagus, semoga tidak ada lagi pandemi ke depannya,” ujar Agus.
