PO Agra Mas Rilis Bus Tingkat Baru Dibalut Bodi Jetbus 5, Mewah dengan Kursi Privasi
JAKARTA, iNews.id– PO Agra Mas kembali merilis satu unit bus baru dari karoseri Adiputro menggunakan bodi SDD Jetbus 5. Armada ini dilengkapi dengan empat kelas di dalamnya dengan fasilitas segudang.
Bus baru PO Agra Mas masih mempertahankan ciri khas mereka, yakni menggunakan warna dasar merah. Berbeda dengan armada lainnya, grafis pada bus anyar ini dibuat lebih modern tapi tetap memadukan warna hitam dan putih.
Secara tampilan luar, bodi bus double decker Jetbus 5 dari karoseri Adiputro terlihat sangat gagah. Bando yang lebih tipis juga membuat kaca depan terlihat lebih lebar sehingga memberikan kesan tinggi pada bodi bus.
Masuk ke bagian dalam, Desain kabin bus tampil mewah dan elegan dengan permaianan warna cokelat. Pada dek pertama, bus menggunakan sekat pemisah ruang sopir dan ruang penumpang.

Selain itu, di lantai pertama terdapat dua kelas, yakni sleeper dan super eksekutif. Layaknya bus tingkat pada umumnya, terdapat dua kursi sleeper di didepan dan terdapat lima kursi super eksekutif yang cukup lebar dengan konfigurasi 2-1.
Kemudian ada juga ruangan yang menjadi mini bar, serta ruangan khusus penumpang yang ingin merokok. Tak lupa toilet juga disediakan yang berada dekat dengan tangga untuk naik ke dek atas.
Di lantai dua, terdapat sekitar 28 kursi dengan konfigurasi 2-2 lengkap dengan legrest untuk memberikan kenyamanan penumpang. Uniknya, terdapat tiga kursi yang masing-masing dilengkapi sekat pemisah.


Kursi ini semi-sleeper dengan kabin yang dilengkapi pintu penutup untuk memberikan ruangan yang lebih privasi. Namun, sekat pemisah dan pintunya tidak menutupi seluruh bagian kursi, karena pada bagian atas masih terbuka sehingga penumpang lain bisa melihat ke dalam kabin ketika berdiri.
Unit terbaru PO Agra Mas ditopang oleh sasis Volvo B 11 R 450 HP Euro 5. Sasis tronton ini menggunakan cairan AdBlue atau urea untuk mengurangi emisi gas buang. Asap yang keluar dari ruang mesin disemprotkan dengan AdBlue sehingga kadar Nox turun dan di klaim lebih ramah lingkungan.


Editor: Ismet Humaedi