5 Tari Tradisional Aceh yang Populer, Nomor 3 Diperkenalkan Syekh Rifa’i sebagai Media Dakwah
Lebih jelasnya, tarian ini berasal dari Pulo Aceh, di Pulau Beras, bagian selatan Kampung Ulee Paya, Kecamatan Peuka Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Diyakini oleh masyarakat setempat, tari likok pulo diperkenalkan melalui ulama Arab bernama Syeikh Ahmad Badron yang terdampar di Pulo Aceh.
Melihat ketertarikan dan kegemaran masyarakat Aceh terhadap permainan musik Rapa’i, kemudian dimanfaatkan situasi tersebut oleh Syeikh untuk berdakwah.
Setelah memperhatikan kondisi ketika memainkan alat musik tersebut yang penuh dengan likor (gerakan yang bergoyang menggunakan posisi duduk) akhirnya disebutlah gerakan tersebut sebagai Tari Likok dan karena berasal dari Pulo Aceh selanjutnya diberi nama tarian tersebut menjadi Tari Likok Pulo Aceh.
Tarian ini memiliki simbol kerja sama, kearifan karakter, gotong royong, masyarakat yang kuat dan nilai ajaran agama Islam.