Antrean BBM Mengular 1 Km di Aceh Tengah, Warga Rela Kepanasan Berjam-jam
TAKENGON, iNews.id - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan Pertalite terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (15/9/2026). Warga bahkan harus rela berpanas-panasan selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Salah satu antrean panjang terlihat di SPBU Jalan Lintang, Takengon. Sepeda motor mengular di sekitar area SPBU, sedangkan kendaraan roda empat terpaksa mengantre hingga badan jalan.
Panjang antrean kendaraan di lokasi tersebut bahkan mencapai sekitar satu kilometer. Kondisi ini disebut terjadi setiap hari sehingga warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi BBM bersubsidi.
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengatur waktu pengisian dengan membedakan jadwal pengisian solar dan Pertalite. Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya mampu mengurai kepadatan antrean di sejumlah SPBU.
Warga berharap pemerintah segera mencari solusi agar distribusi BBM bersubsidi lebih tertib. Mereka juga berharap waktu tunggu di SPBU tidak lagi berlangsung hingga berjam-jam.
"Kenapa bisa kayak gini, itu masalahnya di mana? Itu yang kita pertanyakan. Ini terjadi setiap hari, ada 3 SPBU, kok bisa?" kata Net, salah satu warga yang ikut mengantre.
Sementara itu, pihak SPBU memastikan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi dari Pertamina. Panjangnya antrean dinilai lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat.
Pengawas SPBU Sandi Iswara Pratama mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat sebagian pengguna beralih menggunakan BBM bersubsidi. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan jumlah kendaraan yang mengantre di SPBU.
"Kuota pertalite itu 24.000 ton atau 24 Kl, setiap haru masuk kecuali Senin, malam Minggu," ujar Sandi.
Panjangnya antrean BBM menjadi tantangan bagi pihak terkait untuk menjaga distribusi tetap lancar. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan BBM bersubsidi, sedangkan meningkatnya permintaan membuat antrean di SPBU semakin panjang.
Editor: Kurnia Illahi