Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SPBU Diserbu Warga, Antrean BBM di Jalur Pantura Situbondo Mengular hingga 2 Km
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Penyebab Antrean Truk di SPBU Situbondo Mengular 2 Km

Senin, 07 September 2026 - 16:30:00 WIB
Terungkap! Ini Penyebab Antrean Truk di SPBU Situbondo Mengular 2 Km
Antrean BBM mengular hingga 2 kilometer di SPBU Banyuglugur, Situbondo, diduga akibat keterlambatan pasokan BBM dari Banyuwangi. (Foto: iNews TV/RISKI AMIRUL AHMAD)
Advertisement . Scroll to see content

SITUBONDO, iNews.id – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (7/9/2026). Penumpukan kendaraan ini dipicu keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari tangki pengangkut akibat kemacetan parah menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kemacetan di kawasan Ketapang dipicu oleh adanya proyek perbaikan dermaga pelabuhan yang memperlambat laju lalu lintas kendaraan logistik dan pengangkut BBM.

Pantauan di lokasi, antrean didominasi oleh truk kontainer serta kendaraan angkutan barang yang memenuhi dua sisi Jalur Pantura Banyuglugur, Situbondo. Penumpukan armada ini tak ayal mengganggu kelancaran arus lalu lintas umum.

Antrean kendaraan yang hendak membeli BBM jenis subsidi tersebut membentang dari SPBU Banyuglugur hingga ke depan Mapolsek Banyuglugur dengan panjang ekor antrean mencapai sekitar dua kilometer.

"Kondisi ini terjadi karena pasokan BBM ke SPBU terlambat masuk akibat tangki terjebak kemacetan di Ketapang. Sejumlah BBM seperti Pertalite, Biosolar, hingga Pertamax sempat sulit didapatkan warga," ujar salah seorang pengendara di lokasi.

Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Panji, Situbondo. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga 50 meter meluap ke luar area pengisian SPBU.

Hingga Senin siang, warga dan para sopir angkutan masih harus bersabar menunggu kedatangan armada tangki BBM agar dapat mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut