Dea Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Flexing Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Unggahan
“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial,” tulisnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Dea mengaku telah menghapus konten yang dinilai tidak pantas dari seluruh platform media sosialnya. Dia juga berjanji melakukan introspeksi dan memperbaiki caranya berinteraksi di ruang publik.
“Dengan adanya kejadian ini, saya benar-benar terpukul dan sangat menyesal. Ke depannya, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” tulisnya.
Dea berharap masyarakat membuka pintu maaf atas kegaduhan yang terjadi. Dia menegaskan surat tersebut dibuat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Polemik itu turut berdampak kepada ayah Dea, dr H Nevirizal. Dia mengajukan pengunduran diri dari jabatan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues terhitung sejak Kamis (23/7/2026).
Surat pengunduran diri telah diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues H Maliki di Blangkejeren karena bupati sedang menjalankan tugas di luar daerah. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan surat tersebut akan dipelajari dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Nevirizal juga meminta maaf kepada pimpinan, rekan kerja dan masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang muncul akibat unggahan anggota keluarganya.
Editor: Donald Karouw