Sjamsul Kahar Tutup Usia, Tokoh Pers Aceh Sekaligus Ayah Wamenkomdigi Nezar Patria
Dalam situasi tersebut, Sjamsul Kahar bersama rekan-rekannya memilih untuk kembali menerbitkan Serambi Indonesia. Upaya itu dilakukan ketika sebagian besar wilayah Aceh masih menghadapi dampak besar tsunami.
Enam hari setelah bencana, tepatnya 1 Januari 2005, Serambi Indonesia kembali terbit. Karena fasilitas penerbitan di Banda Aceh mengalami kerusakan, proses pencetakan dilakukan menggunakan mesin di Lhokseumawe dengan sumber daya yang terbatas.
Kembalinya Serambi Indonesia memberikan akses informasi bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan. Saat keluarga masih mencari kabar anggota keluarga dan kondisi daerah belum sepenuhnya pulih, masyarakat kembali mendapatkan informasi melalui surat kabar.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pers Aceh. Media tidak hanya mencatat dampak bencana, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan kondisi daerah dan proses pemulihan.
Selain aktif membangun Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar juga memiliki perjalanan panjang di organisasi profesi wartawan. Ia dipercaya menjadi Ketua PWI Aceh selama tiga periode.